Sunday, September 28, 2014

Sterilisasi Gelas Kop Bekam

STERILISASI GELAS KOP BEKAM
Kop Bekam
Kop Bekam
Selama safari kali ini, Jakarta, Solo, Ponorogo, Banyuwangi, secara kebetulan kami bertemu beberapa pengisah cara mensteril gelas kop bekam. Mayorits informasi dari para pasien, dan mereka mendapatkan penjelasan dari pembekamnya. Mereka tuturkan dua cara: Semprot dengan alkohol, dan kedua mengguyurkan air panas ke gelas kop setelah dicuci dengan sabun. Boleh jadi dua cara inilah paling banyak yang dilakukan para pembekam, yang mereka sebut itu sudah proses sterilisasi.
Dua cara ini termasuk sebagian tahapan proses pencegahan dan penanggulangan infeksi. Karena itulah dalam pelatihan level awal di Assabil ada modul PPIB (Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi Bekam).
Kami undang antum semua untuk berkomentar, cukup tidakkah dua cara di atas? Aman tidakkah dua ara di atas?
Atau boleh juga bergabung dalam pelatihan bekam di Assabil angkatan 126. Tafaddhol ditunggu info berikutnya pada tanggal 1 Oktober 2104.

Monday, September 22, 2014

INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)

INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)
INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)
INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)
Dengan rahmat Allah telah lahir International Islamic Medicine Foundation disingkat IIMF pada tanggal 20 September 2014 di Islamic Center Bekasi, dengan ketua formatur Ust, Hakimuddin dan wakilnya Ust. Hamid Arif.
Ini baru nama sementara, di samping ada dua alternative nama lain yang akan digodok team foramtur. Insya Allah akan lebih diperkuat dengan melibatkan semua unsur kekuatan pengusung dakwah Thibb Nabawi, dimana pun dan siapa pun, di Indonesia dan beberapa Negara Islam lainnya.
Embrio ini bermula dari sebab umum berupa kegerahan dan kegundahan batiny beberapa ikhwan pendakwah Thibb Nabawi. Kemudian mengerucut menjadi ghairah (kecemburuan) Islamiyah yang terusik khususnya di bidang pengobatan, thibb, medicine. Jika di sana ada TCM, Unani medicine, Ayurveda, lalu mengapa Islamic Medicine tenggelam di dalam perut bumi? Jangan-jangan sulalah min thin pun belum terbentuk.
Sebab khususnya?
Juga tak lepas dari kegerahan sebagian Ikhwan melihat fenomena, bahwa memang banyak pendakwah Thibb Nabawi, tapi dalam scope individu, group, kelompok kecil, dan kelembagaan parsialistik. Semua sudah aktif dan bergerak, tapi cenderung terbatas. Bahasa lebih natural, semua berjalan sendiri-sendiri. Ini semua juga positif dan barakah insya Allah.
Lalu?
Perlu trigger, one moment and a good opportunity. Perlu satu pintu atau jendela, tak perlu pintu gerbang untuk ke sana. Yang pasti, rumah Thibb Nabawi perlu ada untuk membangun mercusuar kebersamaan di atasnya. Bukan saja local tapi internasional. Dengan kebersamaan insya Allah akan tampak lebih indah.
Maka dipilihlah moment seminar DISCOVERY OF BEKAM sebagai pintu atau jendela ke sana, sebagai trigger. Alhamdulillah gagasan ini berjalan mulus dan berhasil, walau terdapat satu dua kekurangan dalam pelaksanaannya. Tapi dengan kelahiran IIMF ini dan juga berdirinya Ikatan LKP Bekam Indonesia, boleh dibilang tingkat keberhasilan momentum ini mencapai 100%. Sesuai dengan gagasan semula yang sudah dicanangkan jauh-jauh hari.
Jazakum Allah khairan aktsiran ana ucapkan kepada semua Ikhwah yang telah menyempatkan diri hadir pada acara tersebut, tanpa kecuali, dan mohon maaf atas segala kekurangan. Bagi yang belum bergabung, dimohon untuk segera merapatkan barisan.
Mohon masukan, input, usulan, sumbang saran, termasuk kritik positif untuk mengokohkan embrio IIMF ini.

Friday, September 19, 2014

Hijama Lines Incision

HIJAMA LINES INCISION (HLI)
Hijama Lines Incision

Praktik bekam bisa dibuat kelas ecek-ecek, toh kerja intinya ngekop dan mengeluarkan darah. Nyaris siapa pun dapat melakukannya. Tapi bagi orang lain, justru praktik bekam ini sangat komplek. Tak heran kemudian muncul aneka malpraktik bekam, seperti lumpuh setelah bekam, muncul scar atau jaringan parut di kulit akiba torehan yang asal-asalan, dll.

Team Assabil tak pernah diam mencari terobosan,berinovasi dan menggali pengetahuan baru tentang bekam. Yang terbaru dan paling gres adalah perubahan arah insisi atau torehan. Disebut inovasi, karena belum ada seorang pun yang mewacanakannya. Disebut perubahan, berarti ada penggantian dari system sebelumnya ke system baru.

Nah, di antara inovasi terbaru adalah Hijama Lines Incision atau HLI. Maksudnya adalah ketepatan arah torehan bekam berdasarkan topologi jaringan kulit, menurut arah salur-salur di permukaan kulit dan pengelompokannya.

HLI inilah refresh materi pelatihan yang akan disampaikan pada Ahad 21 September 2014 dalam rentetan seminar DISCOVERY OF BEKAM di Islamic Center Bekasi. Alumni Assabil yang tak ikut tentu akan ketinggalan kesempatan emas. Bagi nonalumni Asssabil juga boleh mengikutinya, karena ini benar-benar tawaran pengetahuan baru.

Inilah di antara contoh arah torehan bekam di wajah. HLI lainnya akan disampaikan pada acara tersebut.

Sunday, April 6, 2014

Bekam Insisi dan Bekam Jarum - Bagian 7

Substansi Kulit
Substansi Kulit

Benar seperti usulan seorang Ikhwan, diskusi bekam metode insisi dan tusukan harus dihentikan, tak ada gunanya diperpanjang. Tapi tunggu dulu, berhentinya di jalur mana? Sebab jika menyangkut iman, tak terasa ternyata kita bisa berada di luar jalur iman.

Karena kita mengusung Thibb Nabawi atau Thibb Islami, tentu harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam perkara hijamah, kita kembalikan kepada Sunnah Nabi yang sudah sangat terang, seterang sinar matahari di siang hari bagi orang yang dapat melihat. Jadi, iman ini merupakan kunci pertama. Sementara kunci kedua terletak pada kata “syarthah mihjam” torehan, sayatan, insisi alat bekam.

Dalam hadits yang lalu sudah disampaikan matan “syarthoh mihjam” dan tak ada kata lain dalam sistem pengeluaran darah hijamah yang disebutkan di seluruh hadits dan kitab-kitab syuruh kecuali dengan metode syarthoh.

Dalam kamus Al-Mawrid disebutkan makna syarthoh adalah hyphent ( - ), tanda baca yang biasanya disebut strip, yaitu bentuk yang menggaris. Kata kerjanya syaratha, berarti incese, menyayat, menoreh. Dalam Kitab Kamus modern lain disebutkan makna syaqqa, artinya membelah, mengiris. Bentuk sayatan, torehan, belahan dan irisan beda dengan tusukan yang membentuk titik.

Dalam kitab Mirqatul-Mafatih dalam Bab Kitab Ath-Thibb war-Ruqa disebutkan pengertian syarthoh yang merupakan bentuk fa’lah, artinya asy-syaqq, membelah, mengiris. Dalam kitab Faidhul-Qadir, Al-Imam Al-Qurthuby menjelaskan makna syarthoh mihjam adalah al-hadidah al-lati yusyrotu biha, pisau besi yang digunakan untuk menyayat. Ini hanya sebagian kecil dari hamparan uraian kata ini dalam kitab-kitab hadits.

Kata syarthoh ini dikuatkan lagi dengan uraian lain bahwa alat yang digunakan dalam proses hijamah Nabawi adalah syafrah, yakni as-sikkin, pisau.

Dengan cara berpikir bodoh-bodohan saja, sepertinya Rasulullah tak sembarangan memilih metode syarthoh. Ada hikmah, ada rahasia yang sangat besar dari pemilihan metode ini. Padahal zaman beliau pun sudah ada jarum. Kalaulah kemudian pada saat ini muncul tafsir “yang penting keluar darah”, maka tak tahu apakah tafsir ini juga atas dasar pemikiran bodoh-bodohan saja?

Sehubungan dengan masalah-masalah teknis, terutama sandungan undang-undang penggunaan alat kedokteran, maka sebenarnya sandungan tidak hanya itu saja. Seorang ikhwan di Blora pernah kesandung masalah serupa hingga ke meja hijau. Namun alhamdulillah dapat dituntaskan berkat bantuan teman-teman yang lain. Bahkan kata “pasien” pun “haram” digunakan kecuali oleh kalangan medis. Lalu antum bicara atas nama siapa dan mewakili siapa? Jelasnya, membela siapa dan menyerang siapa? Alhamdulillah, dua kali mengurus STPT, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan serta sekali dalam survey keamanan bekam, semua lancar-lancar saja. Bahkan Dinkes Jaksel anjurkan Assabil untuk ditingkatkan status menjadi klinik. Kalaulah masalah undang-undang ini pun tetap menjadi sandungan, ada cara lain yang tak perlu diungkap di sini.

Kesimpulan:

  1. Jika Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan suatu perkara, tak ada lagi pilihan lain bagi Mukmin dan Mukminah dalam urusan mereka (Al-Ahzab: 36)
  2. Kata syarthoh mihjam, merupakan jenis kata zhahir dan bukan musykil. Maknanya sudah langsung dapat dipahami dan tidak ada yang tersamar.
  3. Penjelasan dalam kitab-kitab syuruh hadits juga amat gamblang
  4. Terkadang kepentingan tertentu dapat mengalihkan seseorang dari poin satu
  5. Ketidaktahuan tentang sesuatu tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak sesuatu itu. Solusinya keluar dari ketidaktahuan (kebodohan).
  6. Hal-hal yang terkait dengan alat insisi, metodenya, termasuk efek buruknya, sandungan undang-undang alat kedokteran, izin, legalitas, merupakan perkara-perkata teknis, dan masalah-masalah teknis seperti inilah yang terkadang dibuat alat pengalih dari inti.
  7. Ada kajian anatomis fisiologis di balik metode syarthah ini, yang njlimet, berat dan insya Allah tak ringan. Tunggu sebagian uraiannya di bagian mendatang. Uraian lengkap hingga mekenismenya dan ilustrasi gambarnya akan diungkap habis di buku yang masih dalam proses, lengkap dengan nilai tekanan hidrostatik kapiler ujung arteri, tekanan hidrostatik interstisial, tekanan osmotik plasma, dan tekanan osmotik interstisial, sehingga diketahui gaya total yang menyebabkan cairan berpindah dari kapiler ujung arteri menuju jaringan interstisial. Begitu pula nilai tekanan hidrostatik kapiler ujung vena sehingga diketahui nilai gaya total sebesar 7 mmHg yang menyebabkan cairan berpindah dari jaringan interstisial menuju kapiler ujung vena, dalam kondisi hemostatis
  8. Optimalisasi mekanisme ini hanya terjadi dengan bekam metode syarthoh mengenai kapiler, bukan dengan tusukan jarum yang ujungnya mengenai arteriol, venule, arteri atau vena muskularis kecil, yang membuat darah yang keluar lebih banyak darah normal.

Wa Allah a'lam bi ash-shawab. Yang benar datang dari Allah, yang salah berasal dari diri yang lemah ini.

Friday, April 4, 2014

Agar Pasien Nyaman di Bekam

Ilustrasi Kecemasan
Ilustrasi Kecemasan

Hari ini ada dua pasien akhawat yang pernah mengalami trauma untuk dihijamah. Yang satu pernah dihijamah. Waktu dikop pertama pun sudah merasa kesakitan. Bukannya dihibur atau disugest, justru dibentak oleh penghijamah. Masa' begini saja teriak-teriak?

Yang satu lagi ibunya yang menjadi pasien, dengan jumlah titik nyaris tak terhitung, seluruh tubuh hingga kaki. Bukannya sembuh, tapi justru tak bisa jalan, temporal. Kejadian yang dialami ibunya inilah yang membuat Akhawat ini traumatik, walau akhirnya mau juga dihijamah.

Memang tidak mudah melayani orang banyak, beragama karakter dan sifat. Walau sudah diusahakan sesempurna mungkin, ada saja yang dianggap kurang. Belum lagi jika ada miskomunikasi. inilah layanan jasa. Tapi setidaknya dengan SOP yang baik, insya Allah layanan Thibb Nabawi bisa memberikan kenyamanan, manfaat, syifa' dan barakah.

Dalam kasus Ukhti kedua yang traumatik, ibunya dihijamah dengan banyak titik hingga tak bisa jalan. Apa memang titik hijamah harus sekaligus banyak? Apakah tidak dipikirkan bagaimana respon tubuh terhadap efek infllamasi yang merangsang sel mast dalam jaringan dan semua perubahan yang menyertainya? Bahkan set poin di hipotalamus pun bisa ikut naik yang berakibat demam. Itu pula ada sebagian pasien yang mengalami demam setelah hijamah.

Antum ada pendapat lain....?


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Thursday, April 3, 2014

Kitab Referensi Bekam atau Hijamah

 
Ad-dawaa Al-'ajiib
Ad-dawaa Al-'ajiib

Foto copy buku karangan Syaikh Muhammad Amin Syaikhu ini ana dapatkan beberapa bulan yang lalu dari seorang Ikhwan. Eeee.... tak tahunya buku ini terselip di rak sejak 2010. Kasihan dia.

Kajian lebih ilmiah, terutama dari sisi ad-damawy, hematologis. Sebagai contoh, beliau bedakan antara الدم الوريدي darah intravena dan darah hijamah. Malpraktik hijamah juga tak lepas dari perhatian penulis. Waktu hijamah beliau kaji antara sebelum makan pagi, waktu pagi, posisi rembulan dengan tgl 17, bahkan ada perbedaan antarmusim.

Kajian paling banyak tentang efek hijamah terhadap berbagai aspek yang mendatangkan kesehatan manusia, dari الجهاز المناعي immunity system hingga ke beberapa manfaat hijamah untuk kasus-kasus tertentu seperti احمرار الدم وفرط الكريات الحمراء وكثرة عدد الصفيحيات (polycythemia, erythremia, essential thrombocytosis) dll.

Di akhir buku disertakan berbagai data dan hasil pemeriksaan lab, sebelum dan sesudah hijamah dan medical record dari beberapa pasien dengan beberapa kasus yang berbeda.

Banyak ilmu hijamah yang dapat dipelajari dari kitab yang diterbitkan pada tahun 1999 ini, berbobot dan akurat, apalagi dengan tebal total 496 halaman ukuran 17 x 24 cm.

Namun ada pendapat beliau yang tak sejalan tentang posisi kahil. Di buku ini ditampilkan posisi kahil yang hampir berada di bawah scapula, dextra sinistra. Jadi kata kahil yang mufrad ini tak lagi tunggal titiknya. Sementara dalam beberpa kitab syuruh hadits disebutkan posisnya di antara al-katifain, dua pundak, mujtama' al-katifain atau kata lainnya adalah al-katad, seperti yang disebutkan dalam kitab An-Nihayah fi Gharib Al-Atsar, 4/255. Wa Allah a'lam bi ash-shawab.