Showing posts with label Bekam Steril. Show all posts
Showing posts with label Bekam Steril. Show all posts

Wednesday, January 11, 2017

YUK BELAJAR BAHASA ARAB KEPERAWATAN ISLAM

BAHASA INDONESIA dan BAHASA ARAB
Rongga dada قَفَص صَدرِي
jantung القَلب
Liver الكَبِد
Paru الرِئَة
Arteri الشِريَان ج : الشَرَايِين
Vena الوَرِيد
Kapiler الشَعرِي
Aorta أبْهَر: شِرْيانٌ أَوُرْطِيّ
Vena cava الوَرِيدُ الأجْوَف
Systole اِنْقِبَاضُ القَلْبِ
Diastole اِنْبِسَاطَةُ القَلْب
Pulse دَقّ القَلْبُ
Cardiology طِبّ القَلْب
Cardiolog طَبِيبُ القَلْب
Carditis اِلْتِهابُ القَلْب
TB paru تَدَرّنٌ رِئَوِيّ - دَرَنٌ رِئَوِيّ
Arteri pulmonary شِرْيانٌ رِئَوِيّ
Vena pulmonary وَرِيد رِئَوِيّ
Dah ah… segini aja dulu. Takut kebanyakan.
Oya… bedakan antara jantung dengan hati/liver. Sebab dalam kontek bhs Indonesia, hati kadang dirancukan dengan jantung. Buktinya? Wanita kalau sakit hati, yang dipegang atau ditunjuk pada posisi jantung.
Assabil Holy Holistic Jakarta
Pelopor bekam steril

Wednesday, January 4, 2017

KULIAH BEKAM...? BUANG-BUANG WAKTU

KULIAH BEKAM...? BUANG-BUANG WAKTU


Meeting dengan Rektor Unusa Surabaya Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, Prof. Muhlas dan para warek dan dekan untuk rencana kerja sama pelatihan hingga prospek prodi khusus bekam. Tunggu info berikutnya.
Pertanyaannya:

Ngapain kuliah bekam 3 tahun kalaulah selama ini belajar sehari dua hari pun mereka sudah bisa membekam? Bahkan tanpa belajar pun atau minimal belajar dari youtube pun mereka sudah berani membekam?
Inilah di antara materi diskusi kami tadi siang. Apakah antum punya pendapat tentang hal ini?

Saturday, November 7, 2015

Down Syndrome Sembuh Dengan Bekam

Usianya baru 3.5 tahun dengan kasus down syndrome (DS), dengan ciri-ciri khusus secara fisik dan mental. Wajahnya datar, ada lipatan tambahan di ujung mata, jari-jari tangannya gemuk dan pendek, lidahnya lebar, sering menjulurkan lidah, ngiler, bicara tak jelas, tidak responsive. Secara mental, dia memiliki kelambatan yang menonjol dibandingkan anak lain seusianya. Jika Anda punya anak DS, harap diterima hal itu sebagai qadarullah, jangan sekali-kali berharap bahwa anak Anda akan berkembang menjadi anak pinter, apalagi pinter banget. Bahkan jangan berharap akan mampu bersanding dengan siswa lain di bangku sekolah normal. Hal itu sulit dan mendekati mustahil tercapai. Dia perlu dimasukkan ke sekolah khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus, yang biasanya juga tidak banyak membantunya secara pendidikan karakter. Ini bukan karena apa-apa, tapi memang begitulah secara teori. Bahkan tidak sedikit yang semakin lama anak semakin menurun kondisinya, dengan tambahan gangguan penglihatan dan pendengaran.
Lalu siapakah orang tua yang tidak akan terpukul ketika dia memiliki seorang anak yang sejak bayi pun sudah terdeteksi sebagai penderita DS? Bagaimana kehidupannya nanti? Bagaimana hidupnya? Bagaimana masa depannya? Bagaimana jika aku sudah meninggal? Siapa yang akan memelihara dan mengurusnya? Banyak lintasan pikiran yang berkecamuk dalam kepalanya.
Ada apa dengan DS?
DS terjadi pada anak sebagai kelainan genetic, karena kelainan pada cromosom 21. Janin memiliki 23 pasang cromosom dari ayah ibunya, terbagi secara rata, sehingga jumlah totalnya ada 46 cromosom. Anak DS cromosomnya lebih satu, yakni sebanyak 47 buah karena mengalami kelainan (kelebihan) pada cromosom 21. Kalau masing-masing berpadangan ada dua, pada cromosom 21 ada tiga buah.
Kembai ke anak ini, usia 3.5 tahun. Kasus DS. Dengan empat kali bekam, sudah ada perubahan walau belum siginifikan, yaitu lebih konsentrasi, jika dipanggil lebih responsive, lebih banyak maunya.
Orang tuanya juga memasukkannya ke program terapi bicara. Dan hebatnya, petugas tempat terapi bicara itu menyarankan si anak untuk dibekam, sembari menyebutkan nama Assabil. Mengapa? Karena ada salah satu anak DS juga, yang juga mengikuti program terapi bicara di tempat tersebut, setelah dibekam secara rutin, kondisinya nyaris seperti anak normal dan bahkan sudah kuliah dengan program normal sebagaimana mahasiswa lain yang normal.
"Maka atas informasi tersebut, saya datang ke sini Ustadz, agar anak saya ini selanjutnya berkembang sebagaimana anak normal lain," kata ayahnya.
"Amin, ya Rabb," jawab kami, "Cuma memang Bapak harus telaten dan sabar."
"In shaa Allah Ustadz."
"Bapak tahu berapa lama terapi yang dilakukan anak DS yang sekarang kuliah sebagaimana anak biasa tersebut?"
"Tidak," jawabnya.
"Empat tahun," kataku.
Dia sempat terpana dan sedikit kaget. Tapi tak lama kemudian dia tampak dapat menguasai diri.
"Berapa lama jeda waktu kedatangannya?"
"Pada awal mula, seminggu sekali, lalu makin jarang dua minggu sekali, lalu tiga minggu sekali, lalu sebulan sekali, hingga tahun terakhir dia datang sesekali waktu saja."
"In shaa Allah saya akan telaten Ustadz, karena masa depan anak saya jauh lebih penting daripada usaha dan biaya yang harus saya keluarkan," jawabnya dengan mantap.
Ya Allah, ya Rabb, limpahkan kesembuhan kepada anak ini, curahkan kesabaran kepada bapak ibunya, karena Engkaulah Dzat Maha Penyembuh.






Sunday, September 28, 2014

Sterilisasi Gelas Kop Bekam

STERILISASI GELAS KOP BEKAM
Kop Bekam
Kop Bekam
Selama safari kali ini, Jakarta, Solo, Ponorogo, Banyuwangi, secara kebetulan kami bertemu beberapa pengisah cara mensteril gelas kop bekam. Mayorits informasi dari para pasien, dan mereka mendapatkan penjelasan dari pembekamnya. Mereka tuturkan dua cara: Semprot dengan alkohol, dan kedua mengguyurkan air panas ke gelas kop setelah dicuci dengan sabun. Boleh jadi dua cara inilah paling banyak yang dilakukan para pembekam, yang mereka sebut itu sudah proses sterilisasi.
Dua cara ini termasuk sebagian tahapan proses pencegahan dan penanggulangan infeksi. Karena itulah dalam pelatihan level awal di Assabil ada modul PPIB (Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi Bekam).
Kami undang antum semua untuk berkomentar, cukup tidakkah dua cara di atas? Aman tidakkah dua ara di atas?
Atau boleh juga bergabung dalam pelatihan bekam di Assabil angkatan 126. Tafaddhol ditunggu info berikutnya pada tanggal 1 Oktober 2104.

Sunday, April 6, 2014

Bekam Insisi dan Bekam Jarum - Bagian 7

Substansi Kulit
Substansi Kulit

Benar seperti usulan seorang Ikhwan, diskusi bekam metode insisi dan tusukan harus dihentikan, tak ada gunanya diperpanjang. Tapi tunggu dulu, berhentinya di jalur mana? Sebab jika menyangkut iman, tak terasa ternyata kita bisa berada di luar jalur iman.

Karena kita mengusung Thibb Nabawi atau Thibb Islami, tentu harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam perkara hijamah, kita kembalikan kepada Sunnah Nabi yang sudah sangat terang, seterang sinar matahari di siang hari bagi orang yang dapat melihat. Jadi, iman ini merupakan kunci pertama. Sementara kunci kedua terletak pada kata “syarthah mihjam” torehan, sayatan, insisi alat bekam.

Dalam hadits yang lalu sudah disampaikan matan “syarthoh mihjam” dan tak ada kata lain dalam sistem pengeluaran darah hijamah yang disebutkan di seluruh hadits dan kitab-kitab syuruh kecuali dengan metode syarthoh.

Dalam kamus Al-Mawrid disebutkan makna syarthoh adalah hyphent ( - ), tanda baca yang biasanya disebut strip, yaitu bentuk yang menggaris. Kata kerjanya syaratha, berarti incese, menyayat, menoreh. Dalam Kitab Kamus modern lain disebutkan makna syaqqa, artinya membelah, mengiris. Bentuk sayatan, torehan, belahan dan irisan beda dengan tusukan yang membentuk titik.

Dalam kitab Mirqatul-Mafatih dalam Bab Kitab Ath-Thibb war-Ruqa disebutkan pengertian syarthoh yang merupakan bentuk fa’lah, artinya asy-syaqq, membelah, mengiris. Dalam kitab Faidhul-Qadir, Al-Imam Al-Qurthuby menjelaskan makna syarthoh mihjam adalah al-hadidah al-lati yusyrotu biha, pisau besi yang digunakan untuk menyayat. Ini hanya sebagian kecil dari hamparan uraian kata ini dalam kitab-kitab hadits.

Kata syarthoh ini dikuatkan lagi dengan uraian lain bahwa alat yang digunakan dalam proses hijamah Nabawi adalah syafrah, yakni as-sikkin, pisau.

Dengan cara berpikir bodoh-bodohan saja, sepertinya Rasulullah tak sembarangan memilih metode syarthoh. Ada hikmah, ada rahasia yang sangat besar dari pemilihan metode ini. Padahal zaman beliau pun sudah ada jarum. Kalaulah kemudian pada saat ini muncul tafsir “yang penting keluar darah”, maka tak tahu apakah tafsir ini juga atas dasar pemikiran bodoh-bodohan saja?

Sehubungan dengan masalah-masalah teknis, terutama sandungan undang-undang penggunaan alat kedokteran, maka sebenarnya sandungan tidak hanya itu saja. Seorang ikhwan di Blora pernah kesandung masalah serupa hingga ke meja hijau. Namun alhamdulillah dapat dituntaskan berkat bantuan teman-teman yang lain. Bahkan kata “pasien” pun “haram” digunakan kecuali oleh kalangan medis. Lalu antum bicara atas nama siapa dan mewakili siapa? Jelasnya, membela siapa dan menyerang siapa? Alhamdulillah, dua kali mengurus STPT, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan serta sekali dalam survey keamanan bekam, semua lancar-lancar saja. Bahkan Dinkes Jaksel anjurkan Assabil untuk ditingkatkan status menjadi klinik. Kalaulah masalah undang-undang ini pun tetap menjadi sandungan, ada cara lain yang tak perlu diungkap di sini.

Kesimpulan:

  1. Jika Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan suatu perkara, tak ada lagi pilihan lain bagi Mukmin dan Mukminah dalam urusan mereka (Al-Ahzab: 36)
  2. Kata syarthoh mihjam, merupakan jenis kata zhahir dan bukan musykil. Maknanya sudah langsung dapat dipahami dan tidak ada yang tersamar.
  3. Penjelasan dalam kitab-kitab syuruh hadits juga amat gamblang
  4. Terkadang kepentingan tertentu dapat mengalihkan seseorang dari poin satu
  5. Ketidaktahuan tentang sesuatu tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak sesuatu itu. Solusinya keluar dari ketidaktahuan (kebodohan).
  6. Hal-hal yang terkait dengan alat insisi, metodenya, termasuk efek buruknya, sandungan undang-undang alat kedokteran, izin, legalitas, merupakan perkara-perkata teknis, dan masalah-masalah teknis seperti inilah yang terkadang dibuat alat pengalih dari inti.
  7. Ada kajian anatomis fisiologis di balik metode syarthah ini, yang njlimet, berat dan insya Allah tak ringan. Tunggu sebagian uraiannya di bagian mendatang. Uraian lengkap hingga mekenismenya dan ilustrasi gambarnya akan diungkap habis di buku yang masih dalam proses, lengkap dengan nilai tekanan hidrostatik kapiler ujung arteri, tekanan hidrostatik interstisial, tekanan osmotik plasma, dan tekanan osmotik interstisial, sehingga diketahui gaya total yang menyebabkan cairan berpindah dari kapiler ujung arteri menuju jaringan interstisial. Begitu pula nilai tekanan hidrostatik kapiler ujung vena sehingga diketahui nilai gaya total sebesar 7 mmHg yang menyebabkan cairan berpindah dari jaringan interstisial menuju kapiler ujung vena, dalam kondisi hemostatis
  8. Optimalisasi mekanisme ini hanya terjadi dengan bekam metode syarthoh mengenai kapiler, bukan dengan tusukan jarum yang ujungnya mengenai arteriol, venule, arteri atau vena muskularis kecil, yang membuat darah yang keluar lebih banyak darah normal.

Wa Allah a'lam bi ash-shawab. Yang benar datang dari Allah, yang salah berasal dari diri yang lemah ini.

Friday, April 4, 2014

Agar Pasien Nyaman di Bekam

Ilustrasi Kecemasan
Ilustrasi Kecemasan

Hari ini ada dua pasien akhawat yang pernah mengalami trauma untuk dihijamah. Yang satu pernah dihijamah. Waktu dikop pertama pun sudah merasa kesakitan. Bukannya dihibur atau disugest, justru dibentak oleh penghijamah. Masa' begini saja teriak-teriak?

Yang satu lagi ibunya yang menjadi pasien, dengan jumlah titik nyaris tak terhitung, seluruh tubuh hingga kaki. Bukannya sembuh, tapi justru tak bisa jalan, temporal. Kejadian yang dialami ibunya inilah yang membuat Akhawat ini traumatik, walau akhirnya mau juga dihijamah.

Memang tidak mudah melayani orang banyak, beragama karakter dan sifat. Walau sudah diusahakan sesempurna mungkin, ada saja yang dianggap kurang. Belum lagi jika ada miskomunikasi. inilah layanan jasa. Tapi setidaknya dengan SOP yang baik, insya Allah layanan Thibb Nabawi bisa memberikan kenyamanan, manfaat, syifa' dan barakah.

Dalam kasus Ukhti kedua yang traumatik, ibunya dihijamah dengan banyak titik hingga tak bisa jalan. Apa memang titik hijamah harus sekaligus banyak? Apakah tidak dipikirkan bagaimana respon tubuh terhadap efek infllamasi yang merangsang sel mast dalam jaringan dan semua perubahan yang menyertainya? Bahkan set poin di hipotalamus pun bisa ikut naik yang berakibat demam. Itu pula ada sebagian pasien yang mengalami demam setelah hijamah.

Antum ada pendapat lain....?


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Saturday, February 1, 2014

Penggunaan Tisu Dalam Bekam - Bagian 2

Tisu
Ilustrasi Tissue

Memilih Tisu ataukah Kasa Steril?

Seorang menteri meminta bekam. Dia ditawari, pengelap darahnya pilih kasa steril atau tisu Pak? Tanpa ba bi bu dia memilih kasa steril.
Seorang dokter ditawari hal yang sama. Dia pun pilih kasa steril
Seorang paramedis ditawari hal yang sama. Dia pilih kasa steril.
Seorang dosen ditawari hal yang sama. Dia memilih kasa steril.
Seorang pengusaha ditawari hal yang sama. Dia memilih kasa steril.
Seorang Guru SD ditawari hal yang sama. Dia memilih kasa steril.
Seorang tukang batu ditawari hal yang sama. Dia bingung, tak bisa memilih dan mengapa harus memilih?
Seorang pemulung ditawari hal yang sama. Setelah diam beberapa saat, bukannya menjawab atau memilih, justru dia balik bertanya, “Bekam yang gratis pakai apa Ustadz? Kalau tisunya banyak berkilo-kilo, biar kubawa saja sekalian.”

Thursday, January 23, 2014

Contoh Soal Ujian Bekam Profesional


Contoh Soal Ujian Bekam Profesional

1. Sebaiknya bekam di sekeliling lutut dihindari karena dapat mengakibatkan:
a. Reumatoid
b. Artritis reumatoid
c. Paralysis
d. Artritis gout

2. Di lutut antara femur dan tibia ada bantalan sendi yang lembut disebut:
a. Bursa
b. Bursa efek
c. Fossa
d. Fossa poplitea

3. Pengobat harus bertanggung jawab terhadap tindakannya, disebutkan dalam:
a. Al-Qur’an
b. Al-Qur’an dan As-Sunnah
c. As-Sunnah
d. Perkataan Shahabat dan ulama

4. “Tungkai bawah” dalam istilah anatomi adalah:
a. Bawah lutut hingga pergelangan kaki
b. Telapak kaki bagian belakang
c. Bawah mata kaki
d. Betul semua

5. Sebagian orang tak mengalami efek kelumpuhan setelah bekam di lutut dan sebagian ada yang mengalaminya. Hal ini diakibatkan oleh:
a. Gangguan sistem saraf pusat
b. Kelambanan regenerasi saraf
c. Kerusakan sel saraf
d. Sensitifitas saraf

Mengisi kekosongan dengan ilmu yang insya Allah bermanfaat, untuk meningkatkan profesionalitas pengobatan hijamah, yang merupakan bagian dari Thibb Nabawi, sehingga hijamah tak dianggap sebelah mata.

Ini hanya sekedar contoh soal dalam lingkup materi anatomi yang berhubungan erat dengan hijamah. Ini pun baru sekitar lutut, dan ini pu hanya sebagian kecil saja dari bahasan bekam di lutut. Bisa juga dimasukkan dalam materi "kontra indikasi hijamah". Maka siapa bilang bahwa pengobatan bekam itu hanya sebatas urusan ngekop dan keluarkan darah?

Bagaimana menurut pendapat antum Ikhwan dan Akhawat praktisi hijamah?


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Wednesday, January 22, 2014

Bahaya Bekam di Lutut Bagian 3

Ilustrasi Sendi Lutut
Ilustrasi Sendi Lutut

Di samping uraian yang sudah dijelaskan sebelumnya, rasa nyeri setelah bekam di sekeliling lutut, saat diam apalagi ketika digerakkan sehingga terasa seperti lumpuh, dapat diakibatkan efek inflamasi proses bekam terhadap meniskus, medial dan lateral.

Sementara di sekeliling meniskus terdapat bursa, bantalan kecil dan lebih lunak. Bursa yang mengalami inflamasi terangsang oleh gesekan sehingga menimbulkan sensasi nyeri. Ini kebalikan dari fungsi bursa itu sendiri yang semestinya memperhalus gerakan dan melindungi struktur yang membentuk sendi dari gesekan.

Karena itu titik bekam di lutut, depan, belakang dan samping lebih baik dihindari. Yang perlu dipikirkan adalah kepentingan pasien dan bukan kepentingan pembekam sebagai media promosi.
Kritik dan saran sangat ditunggu.

Wallahu a'lam bish-shawab. Tunggu info yang lainnya tentang dunia bekam dalam MEDIS BEKAM & RB


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Dimanakah Posisi Titik Ummu Mughits Yang Tepat?

Ilustrasi Tengkorak Tampat Atas
Ilustrasi Tengkorak Tampat Atas

Hampir tak ada hajim/pembekam yang tak mengenal titik Ummu mughits dan bahkan titik di kepala ini menjadi titik andalan, terutama untuk semua keluhan di kepala, gangguan CNS, psikologis, menguatkan hapalan, menghindarkan pikun, juga untuk menyertai ruqyah, dll.

Pertanyaannya, sebenarnya dimana titik yang benar ummu mughits, induk penolong ini?

Dalam lafazh riwayat Ath-Thabrany disebutkan di "muqaddam ar-ra's", artinya di kepala bagian depan atau an-nashiyah, di bagian jambul. Dalam lafazh riwayat Ibnu Jarir disebutkan di "wasath ar-ra's", di bagian tengah kepala. Ini ulasan dari sisi bahasa.

Bicara anatomi, lebih baik bicara yang lebih pasti, minimal mendekati kepastian, posisi dimana? Contohnya begini, posisi ummu mughits itu dengan cara menarik garis antara telinga kanan dan kiri, tepat di tengah-tengahnya. Nah, ini belum mendekati yang pasti. Berarti belum bisa dikatakan pembicaraan yang lebih anatomis.

Apakah Ummu Mughits ini juga sama dengan titik "al-haammah" dan "al-yaafuukh", yang sama-sama di kepala semuanya?

Dengan niat ikhlas insya Allah, bahan ini perlu didiskusikan, dan dengan niat ikhlas pula ana ingin menyentil relung hati semua ikhwan dan akhawat, masih terlalu banyak masalah hijamah yang menjadi PR bersama, dan bahwa hijamah ini bukan semata urusan sedot sana sedot sini, tak boleh diremehkan dan dianggap remeh, kecuali kita sendiri yang membuat hijamah ini menjadi remeh.

Silahkan partisipasi semua praktisi hijamah yang mengakses bahan diskusi ini.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Monday, January 20, 2014

Bahaya Bekam di Lutut Belakang - Analisis dan Kesimpulan

Bahaya Bekam di Lutut Belakang
Bahaya Bekam di Lutut Belakang

Sebuah analisis dan kesimpulan

Bahasan ini lanjutan dari 3 edisi posting sebelumnya. Ada yang pro dan ada yang kontra. Itu lumrah dan biasa. Yang tak biasa adanya pasien yang benar-benar mengalami efek paralisis setelah bekam di lutut belakang dari area posterior fossa poplitea.

Di sisi lain, ada praktisi hijamah yang ketagihan membekam pasien di lutut belakang. Karena begitu yakinnya tak berekses negatif. Itu murni berdasarkan pengalaman pribadinya. Alasan semangat mendakwahkan Thibb Nabawi tentu bukan merupakan alasan untuk kasus spesifik, dan alasan pendakwaan mempersulit pelaksanaan Sunnah juga bukan merupakan alasan. Artinya, itu alasan yang terlalu umum. Mungkin praktisi hijamah juga perlu belajar sedikit-sedikit tentang kaidah ushuliyah syar'iyah, biar handal.


Mungkin ada analisis penyebab kelumpuhan karena efusi cairan synovial (bukan enzim lo) melewati membran synovial. Mungkin saja. Wallahu a'lam, perlu penelitian dengan tingkat resiko yang tinggi, karena obyeknya harus benar-benar lutut manusia.


Tapi karena efek negatif (kelumpuhan) berkaitan dengan fungsi motorik di tungkai bawah, berarti dapat dikaji lewat fungsi saraf. Jelasnya kelainan fungsi saraf yang dikaitkan dengan adanya inflamasi saat bekam. Apalagi regenerasi saraf terjadi sangat lamban atau bahkan hampir tak ada. Sensorik atau motorikkah, atau kedua-duanya?


Yang pasti, ada dua kubu yang bertentangan. Pertanyaannya, mana yang benar? Apa alasan laranngan titik bekam ini?
Ini merupakan rintisan pemikiran yang diharapkan memberikan bekal pencerahan kepada semua praktisi hijamah tanpa kecuali.


Ini baru prolog. Uraiannya (naskah 5 halaman), silahkan baca di assabil-holyholistic.com, relatif lengkap, beserta kajian anatomis, saraf sensorik, kesimpulan, saran-saran, dll


Yang pasti, sejak awal team Assabil beserta para alumninya (lebih dari 21.000) tak pernah membekam dan dianjurkan bekam di titik lutut belakang, karena sejak awal pula sudah ada pendekatan kajian anatomis fisiologis, kecuali yang terlalu kreatif dan pemberani. Wallahu a'lam.

Ini bahan diskusi, ruang bertukar pendapat, rintisan pemikiran (ketimbang tak ada yang memulai) dan diharapkan bermanfaat bagi praktisi hijamah, pasien dan umat. Kebenaran hanya berasal dari Allah semata.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Friday, January 17, 2014

Satu Titik Bekam Menyembuhkan 72 Penyakit, Benarkah?

titik titik bekam
Anatomi Hijamah

Ana yakin banyak pembekam yang menukil hadits ini, karena memang kelihatannya titik ini termasuk titik sapujagad, satu titik untuk penyembuhan 72 macam penyakit. Taruhlah kalau ada herba yang sehebat itu, dijamin laris manis. Ana pilih hadits ini karena sudah ada permintaan dari Ukht Mici di Bukit tinggi. Bukan koma dua tiga atau empat, tapi QAMAHDUWAH, lengkapnya JAUZATUL QAMAHDUWAH.

Ana nukil dua hadits saja dari beberapa hadits tentang titik ini:

حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بن يَحْيَى السَّاجِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن مُوسَى الْحَرَشِيُّ، حَدَّثَنَا عِيسَى بن شُعَيْبٍ، حَدَّثَنَا الدَّفَّاعُ أَبُو رَوْحٍ الْقَيْسِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بن صَيْفِيٍّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ:
"عَلَيْكُمْ بِالْحِجَامَةِ فِي جَوْزَةِ الْقَمَحْدُوَةِ، فَإِنَّهُ دَوَاءٌ مِنِ اثْنَيْنِ وَسَبْعِينَ دَاءً، وَخَمْسَةِ أَدْوَاءٍ: مِنَ الْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَالْبَرَصِ، وَوَجَعِ الأَضْرَاسِ".

Kami diberitahu Zakaria bin Yahya As-Sajy, kami diberitahu Muhammad bin Musa Al-Harasy, kmi diberitahu Isa bin Syu’aib, kami diberitahu Ad-Daffa’ Abu Rauh Al-Qaisy, kami diberitahu Abdul-Hamid bin Shaify, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Hendaklah kalian melakukan hijamah / bekam di jauzatul qamahduwah, karena ia kesembuhan bagi tujuh puluh dua macam penyakit dan lima penyakit, yakni penyakit gila, lepra, vitiligo dan sakit gigi.”


Dalam kitab Jami’ Al-Kabir, Al-Imam As-Suyuthy mengatakan bahwa hadits ini juga diriwayatkan Ath-Thabrany, 8/36 nomer 7306; Ad-Dailamy, 3/24, nomer 4047. Begitu pula yang disebutkan dalam kitab Jami’ Al-Ahadits.

Ada pula hadits lain tanpa penyebutan kata jauzah, namun atinya sama.

عن بكير بن الأشج قال بلغنى أن الأقرع بن حابس دخل على النبى ( وهو يحتجم فى القمحدوة فقال لم احتجمت وسط رأسك قال فذكره)
أخرجه ابن سعد (1/447) .

Dari Bukair bin Al-Asyaj, dia berkata, “Aku mendengar bahwa Al-Aqra’ bin Habis menemui Nabi, ketika itu beliu sedang meminta hijamah di Qamahduwah. Beliau bersabda, “Andaikan saja engkau meminta hijamah di kepal atas.” Dia berkata, “Lalu beliau menyebutkan hadits di atas.” (Ditakhrij Ibnu Sa’d, 1/447)

Syaikh Nashiruddin Al-Albany menyatakan dalam kitab As-Silsilah Adh-Dha’ifah, nomer 3894 dan kitab Shaih wa Dha’iful-Jami’ Ash-Shaghir, nomer 8196, bahwa hadits ini DHA'IF atau LEMAH.

Posisi Anatomis:
Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa titik jauzatul qamahduwah sama dengan naqratul-qafa (tengkuk, leher belakang). Namun ada pula yang berpendapat posisinya di atas naqratul qafa. Namun menurut pendapat kami, posisinya pada occipital bone, yakni tulang tengkorak bagian belakang ke bawah atau bagian tengkorak belakang yang paling menonjol.

Kesimpulan:
- Hadits titik jauzatul-qamahduwah merupakan hadits DHA'IF.
- Sebaiknya mendalilkan kepada hadits shahih atau minimal hasan
- Titik bekam di kepala yang shahih dan hasan adalah Ummu mughits, al-yaafuukh dan al-haammah.
- Kalaulah harus membekam di kepala bagian mana pun karena pertimbangan tertentu, seperti pada posisi occipital bone, silahkan dilakukan kalau itu dianggap baik, tapi tak perlu mengaitkan dengan hadits yang dha'if.

Sebarkan ilmu ini, insya Allah barakah.

Penjelasan tambahan yang lebbih detail tentang hadits ini, saran, anjuran kepada para pembekam khususnya, juga lain-lainnya, silahkan lihat di web Assabil Holyholistic. Lebih lengkapnya lagi, nanti dalam buku yang sedang dalam proses editing. Mohon doanya.


Jauzatul Qamahduwah

Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Thursday, January 16, 2014

Bolehkah Hadits Dha’if Dijadikan Dalil?

Ilustrasi Buku Hadits
Ilustrasi Buku Hadits

Ada pendapat yang terkenal di kalangan pencari ilmu bahwa hadits dha’if boleh diamalkan dalam amal-amal fadhilah. Tapi kelonggaran ini menciptakan kelonggaran-kelonggaran lain yang pada akhirnya kebablasan dan bahkan menciptakan penyimpangan hingga menabrak batas ke masalah aqidiah, tanpa disadari atau disadari.
Karena itulah dalam pendahuluan Kitab Silsilatul- Ahadits Adh-Dha’ifah, hal. 10 – 12 Syaikh Al-Abany membuat kaidah-kaidah untuk meninggalkan hadits dha’if meskipun dalam amal-amal fadhilah. Para ulama muhaqqiq hadits berpendapat bahwa tidak ada pengamalan terhadap hadits dha’if secara total, baik dalam perkara hukum maupun dalam amal-amal fadhilah.

Hijamah atau bekam bukan termasuk perkara aqidiah murni, berarti termasuk perkara jibillah dan mu’amalah, yang menurut pendekatan hukum fiqih termasuk kategori sunah, yang jika dikerjakan berpahala dan yang jika tak dikerjakan tidak berefek dosa.

Namun ketika masalah hijamah ini dikaitkan dengan hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan juga di luar hijamah, maka dituntut perujukan kepada hadits-hadits shahih atau minimal hasan, bukan hadits-hadits dha’if, apalagi maudhu’ dan yang laa ashla lahu. 


Kalaulah disebutkan hadits dha'if, maka perlu keterangan statusnya sebagai hadits dha'if, agar tidak menyesatkan.

Wednesday, January 15, 2014

Pro Kontra Titik Bekam di Lutut - Prolog

Ilustrasi Otot
Ilustrasi Otot

Barakallah fiikum wahai para pegiat hijamah, yang pro dan yang kontra tentang titik bekam di lutut belakang yang ana posting Senen malam. Ana tak bicara tentang satu atau dua pahala bagi yang salah atau benar itjihadnya, karena banyak pihak dan obyek manusia yang terlibat dengan ijtihad ini. Dan, insya Allah akan ada kejutan-kejutan lain. kita harus siap menghadappi kenyataan, meski terasa pahit, kenyataan di lapangan yang sejak lama sangat sangat dan amat mengganjal, bagaimana cara menyatukan ikhwan dan akhawat pegiat Thibb Nabawi?

Ini baru satu masalah, hanya satu titik di satu tempat. Belum titik lain, belum masalah antisepsi, desinfeksi, limbah B3, APD, kalau perlu sampai ke lembaga pengawas rumah bekam, dan mungkin masih tersisa ribuan masalah hijamah yang menunggu untuk disatukan, walau mungkin harus diperdebatkan lebih dahulu. Sebenarnya sich hanya ada dua pendapat untuk tiap masalah, setuju atau tidak setuju. Tapi buntut dari setuju dan tak setuju ini bercabang banyak.


Siapkah kita menerima dan menghadapi realita ini? Belum lagi kalau di sana nanti ada penumpang-penumpang gelap dengan kulit abu-abu, muka abu-abu dan pakaiannya pun berwarna abu-abu, dijamin lebih heboh.
Belajar bisa dari mana pun dan dari siapa pun. Tapi kalau belajar cara mengenakan handscoen yang baik hanya dari tulisan, dari gambar, termasuk pula dari FB, mungkin, kayaknya siapa pun bisa main bola hanya dengan melihat di tv atau belajar cara memegang stik golf hanya dari membaca buku.


Contoh riil, sederhan dan mudah, seorang pembekam yang tak terbiasa mengangkat tangan ke atas (layaknya orang berdoa) setelah mengenakan handscoen, agar tetap steril dan tidak bersentuhan dengan baju pembekam umpamanya, jangan harap dia akan peduli terhadap sikap yang semestinya dilakukan. Ini berkaitan dengan skil, lalu jadilah karakter, attitude.


Insya Allah akan ana lemparkan lagi aneka realita bekam di dunia nyata dan bukan sekedar di dunia maya, dengan maksud agar mata kita terbuka, dan terutama mata hati, mata pikiran. Silahkan buka mata, buka telinga, bukan pikiran, dan yang pasti... buka laptop atau komputer, hp juga boleh.
Ditunggu pula dari yang lain, biar tambah gayeng.


Pendapat ana tentang bekam di lutut belakang, mohon ditunggu. Ini baru prolog. Baraka Allah fiik.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Monday, January 13, 2014

Waspada Lumpuh Karena Bekam !

Lumpuh Karena Bekam
Ilustrasi Sakit Lutut

Tambah lagi satu korban bekam di titik lutut. Akibatnya, pasien lumpuh tiga hari, dan sesudah mampu jalan dengan tertatih-tatih dan kesakitan, sebulan kemudian baru normal.

Kronologinya, seorang akhwat (MF) belajar bekam ke seorang terapis bekam yang juga mengajarkan bekam (nama, tempat dirahasiakan) sekitar Juni 2012. Pengeluaran darah dengan lancet dan silet cukur. Antiseptik iodine dan penggunaan kasa tak perlu, menurutnya, karena zaman Nabi tak ada. Satu orang terapisnya membekam dua pasien sekaligus, termasuk murid yang magang. Sayatan bekam pakai silet cukur dan bahkan tak dianjurkan pakai pisau bedah, karena lukanya bisa melebar, jadi lebih baik pakai silet saja, karena tipis. Para pembekamnya dan murid yang magang juga tak kenakan face masker.

Akhwat ini tanya kepada guru bekamnya, boleh tidak membekam di lutut? Boleh, jawabnya. Bahkan langsung di tumor pun boleh. Alasannya, ada hadits yang menyuruh membekam di tempat yang sakit. Berarti untuk mengobati tumor, ya tumor itulah titik bekamnya.

Maka dengan pede-nya, akhwat ini pulang ke rumah membekam ibunya, karena nyeri lutut. Titik bekam langsung di lutut. Selesai bekam bukannya sembuh tapi tambah sakit. Besoknya semakin parah dan bahkan lumpuh total tak mampu jalan, dan selama sebulan masih nyeri dan tertatih-tatih.
Akhwat ini komplain ke gurunya. Bukannya mengakomodir, justru marah-marah, tak mau disalahkan dan tak mau menerima kesalahan.

Tadinya akhwat ini mau lapor ke Dinkes, karena sebel, marah, kecewa dan sakit hati. Dapat ilmu bekam yang salah, ibunya pun jadi korban. Sedih dan menangis, stres dan perasaan berdosa kepada ibu kandung.

Ana hanya bisa meminta akhawat ini bersumpah atas nama Allah bahwa penuturannya benar dan shahih. Wallahu a'lam. Akhwat ini sering datang ke Assabil dan baru sekarang dia menceritakan kejadian ini.

Sebelum info ini, ana sudah mendapatkan dan menemui dua orang pasien bekam yang juga lumpuh setelah dibekam. Maksudnya, dia bekam di suatu tempat di Jakarta (dirahasiakan).

Bagaimana pun, kita para pendakwah Thibb Nabawi perlu lebih berhati-hati dan ingat sabda Nabi, "Barangsiapa mengobati padahal tak memiliki kapabilitas pengobatan, maka dia harus bertanggung jawab." (Hadits Hasan, riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasa'y dan Al-Hakim)


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Siapa Bilang Tidak Ada Malpraktik Bekam

malpraktik bekam
Scar Akibat Bekam

Siapa bilang tak ada malpraktik bekam...?!

Realita bekam di dunia nyata, bukan di dunia maya.
Andaikan pasien dibekam secara rutin dengan torehan yang dalam,
Andaikan pembekamnya tak mengerti anatomi kulit dan tak pernah belajar tak ikut kursus, tak haus ilmu
Andaikan materi kursusnya tak disampaikan anatomi fisiologi kulit, tak ada pula materi PPI bekam,
Andaikan antisepsinya buruk,


Andaikan penanganan luka pascabekam tak standar
Andaikan alat insisinya tak steril, perilaku tak steril,
Andaikan pembersihan kulit dan darah menggunakn tissu
Mungkin kulit pasien akan penuh scar permanen yang tak kan hilang selama hidup (seperti dalam foto), mirip motif batik parang atau udan liris


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Thursday, January 9, 2014

Manfaat Bekam Bagian Pertama

antioxidant
Ilustrasi Antioxidant

Subhanallah.
Siapa bilang bahwa hijamah/bekam mengeluarkan penyakit (saja), bakteri (saja), mikroba (saja), kuman (saja), darah statis (saja), toxic (saja), radikal bebas (saja), oksidan (saja)? Maaf, penggunaan istilah darah kotor untuk darah bekam tidak termasuk dalam kamus bahasa dan lebih baik disimpan saja di dalam benak orang yang menyatakannya. Tidak sama sekali tidak. Kalla tsumma kalla. 

Manfaat bekam dari hasil mekanismenya jauh lebih hebat dari sekedar mengeluarkan dan menggelontor zat, organisme dan materi tersebut untuk mempertahankan dan menciptakan homeostatis fisiologis.
Mekanisme bekam memberikan efek yang jauh lebih hebat dari apa yang dibayangkan oleh pencapaian pengetahuan manusia, baik terhadap faktor imun, hematologis, vasculer, metabolik maupun neuropsikologis. Tekanan negatif di kulit saat cupping, efek inflamatif hinggga sifat sekretoriknya, membuat pengobatan bekam benar-benar amat mencengangkan. 


Pengalaman menangani ribuan pasien dengan multidisease semakin menguatkan keajaiban bekam ini.
Ini pula insya Allah yang dialami para pendakwah Thibb Nabawi dan para pasiennya. Subhanallah.
Penjelasan tentang keajaiban ini tentu amat panjang, berlembar-lembar uraian.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Monday, January 6, 2014

Bekam Untuk Anak Autis Hiperaftif

autis hiperaktif
Pasien Autis Hiperaktif

Betapa sulitnya menangani pasien autis hiperaktif seperti Dik Fadhlan ini. Mana usianya sudah 8 tahun lagi. Tapi beginilah yang memang harus dilakukan. Orang tuanya dapat info dari tetangga dengan kasus serupa. beberapa kali hijamah sudah sangat membagus. Semoga Allah limpahkan kesembuhan dan kebaikan kepada Dik Fadhlan, amin.

Tahun lalu saat di bandara Sultan Hasanuddin Makasar, ada seorang anak autis hiepraktif, pria, 16 tahun, fisik tinggi dan besar, mengamuk, teriak-teriak, brutal, jingkrak-jingkrak, berlari-lari. Ibunya super panik. Semua penumpang, petugas bandara, security turun tangan menenangkan. hasilnya nihil. Ibunya dipukuli si anak, babak-belur. Bapaknya yang seorang dokter ditelpon. Obat penenang harus diberikan lagi walau 3 jam sebelumnya sudah diberikan. kami semua ikut masyghul. Alhamdulillah si anak bisa ditenangkan dengan kita ajak baca Al-Fatihan dan surat-surat pendek.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Monday, December 30, 2013

Darah Bekam Mengental dan Warnanya Menghitam ?


Inilah pendapat ana (yang haus ilmu) tentang perubahan darah bekam menjadi kental dan kehitaman warnanya.
Ketika darah masih tetap berada di dalam pembuluh darah, maka tidak boleh ada koagulasi. Efeknya bisa berabe dan warna-warni, alias banyak. Warna darah yang normal merah terang.

Ketika darah berada di luar pembuluh darah, maka darah cenderung membeku karena tidak adanya zat anti-koagulan alami seperti thrombomodulin yang berfungsi mengikat thrombin sehingga tidak terjadi pembekuan darah. 


Darah bekam yang mengental dan menghitam tak terkait dengan bakteri, kuman, penyakit, radikal bebas, oksidan atau apa pun. Deoksihemoglobin juga menjelaskan secara akurat tentang hal ini.

Antum penasaran...?! Tafadhdhal lihat di web Assabil Holy Holistic.
Simak pula bahan diskusi lainnya yang bakal menyusul.


Darah Bekam Mengental
Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi