 |
| Ilustrasi Kecemasan |
Hari ini ada dua pasien akhawat yang pernah
mengalami trauma untuk dihijamah. Yang satu pernah dihijamah. Waktu
dikop pertama pun sudah merasa kesakitan. Bukannya dihibur atau
disugest, justru dibentak oleh penghijamah. Masa' begini saja teriak-teriak?
Yang satu lagi ibunya yang menjadi pasien, dengan jumlah titik nyaris
tak terhitung, seluruh tubuh hingga kaki. Bukannya sembuh, tapi justru
tak bisa jalan, temporal. Kejadian yang dialami ibunya inilah yang
membuat Akhawat ini traumatik, walau akhirnya mau juga dihijamah.
Memang tidak mudah melayani orang banyak, beragama karakter dan sifat.
Walau sudah diusahakan sesempurna mungkin, ada saja yang dianggap
kurang. Belum lagi jika ada miskomunikasi. inilah layanan jasa. Tapi
setidaknya dengan SOP yang baik, insya Allah layanan Thibb Nabawi bisa
memberikan kenyamanan, manfaat, syifa' dan barakah.
Dalam kasus
Ukhti kedua yang traumatik, ibunya dihijamah dengan banyak titik hingga
tak bisa jalan. Apa memang titik hijamah harus sekaligus banyak? Apakah
tidak dipikirkan bagaimana respon tubuh terhadap efek infllamasi yang
merangsang sel mast dalam jaringan dan semua perubahan yang
menyertainya? Bahkan set poin di hipotalamus pun bisa ikut naik yang
berakibat demam. Itu pula ada sebagian pasien yang mengalami demam
setelah hijamah.
Antum ada pendapat lain....?
Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi
 |
| Ad-dawaa Al-'ajiib |
Foto copy buku
karangan Syaikh Muhammad Amin Syaikhu ini ana dapatkan beberapa bulan
yang lalu dari seorang Ikhwan. Eeee.... tak tahunya buku ini terselip di
rak sejak 2010. Kasihan dia.
Kajian lebih ilmiah, terutama
dari sisi ad-damawy, hematologis. Sebagai contoh, beliau bedakan antara
الدم الوريدي darah intravena dan darah hijamah. Malpraktik hijamah juga
tak lepas dari perhatian penulis. Waktu hijamah beliau kaji antara
sebelum makan pagi, waktu pagi, posisi rembulan dengan tgl 17, bahkan
ada perbedaan antarmusim.
Kajian paling banyak tentang efek
hijamah terhadap berbagai aspek yang mendatangkan kesehatan manusia,
dari الجهاز المناعي immunity system hingga ke beberapa manfaat hijamah
untuk kasus-kasus tertentu seperti احمرار الدم وفرط الكريات الحمراء
وكثرة عدد الصفيحيات (polycythemia, erythremia, essential thrombocytosis)
dll.
Di akhir buku disertakan berbagai data dan hasil
pemeriksaan lab, sebelum dan sesudah hijamah dan medical record dari
beberapa pasien dengan beberapa kasus yang berbeda.
Banyak ilmu
hijamah yang dapat dipelajari dari kitab yang diterbitkan pada tahun
1999 ini, berbobot dan akurat, apalagi dengan tebal total 496 halaman
ukuran 17 x 24 cm.
Namun ada pendapat beliau yang tak sejalan
tentang posisi kahil. Di buku ini ditampilkan posisi kahil yang hampir
berada di bawah scapula, dextra sinistra. Jadi kata kahil yang mufrad
ini tak lagi tunggal titiknya. Sementara dalam beberpa kitab syuruh
hadits disebutkan posisnya di antara al-katifain, dua pundak, mujtama'
al-katifain atau kata lainnya adalah al-katad, seperti yang disebutkan
dalam kitab An-Nihayah fi Gharib Al-Atsar, 4/255. Wa Allah a'lam bi
ash-shawab.
 |
| Daun Cakar Ayam |
Perjalanan 4 jam dari rumah tak surutkan semangat ke Leuwiliang Bogor
hari ini, survey lahan yang seminggu lalu gagal dilaksanakan. Dengan
ketinggian sekitar 500 meter DPL, keringat masih mengucur saat keliling lahan dengan luas beberapa hektar.
Allah sudah sediakan kekayaan nabati di sekeliling kita yang tak
terhitung banyaknya, tinggal petik, diolah, dijual, dibeli mereka yang
membutuhkan, dan diharapkan berbarokah. Salah satu di antaranya adalah
cakar ayam yang bertebaran hampir di seluruh lahan, dan juga di sekian
banyak lahan sekitar yang belum tersentuh. Padahal manfaat cakar ayam
amat sangat banyak, dan selama ini Assabil selalu menggunakan bahan ini
untuk ramuan herba yang diberikan kepada pasien.
Karena para
petani di sekitar lahan tak tahu dan juga tak mengerti, maka tanaman
yang sebenarnya sangat besar manfaatnya ini justru dianggap pengganggu
seperti halnya rerumputan lain yang dianggap sebagai tanaman pengganggu.
Di antara manfaat cakar ayam adalah sebagai antitoxic,
antiedema, antineoplastic, hemostatic, dll. Maka orang sehat pun baik
konsumsi cakar ayam untuk menghindarkan kanker, terutama kanker paru.
Kalaulah ada ikhwan dari fakultas pertanian yang menganggur dan
tertarik untuk bergabung, silahkan kontak kami. Di lahan ini sudah ada
sumber air sendiri, sarana prasarana lainnya.
Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi
 |
| Akhlak Muslim |
Ibnul-Mubarak berkata, “Seseorang tak tampak cerdas karena mengandalkan ilmu, selagi tidak menghiasi amalnya dengan adab.”
Al-Ahnaf berkata, “Adab adalah cahaya akal, sebagaimana nyala api yang menjadi cahaya pandangan dalam kegelapan.”
Sebagian hukama’ berkata, “Tidak ada adab kecuali dengan akal, dan tidak ada akal kecuali dengan adab.”
Dalam media diskusi ini, siapa pun boleh mengeluarkan uneg-uneg,
pendapat, bantahan, sanggahan dan ide. Bahkan tak sedikit yang ikut
nimbrung berpromosi. Monggo saja.
Satu saja yang perlu
dipegangi, “adab”. Jika pendapat dan ide yang disampaikan dianggap tidak
memperhatikan aspek “adab” oleh divisi IT, padahal sudah ada sinyal
peringatan sebelumnya, maka mohon dimaafkan sebelumnya jika yang
bersangkutan terkena penalty unfriend.
Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi
 |
| Ilustrasi Ketidaktahuan |
Terima kasih ya Rabb, segala puji bagi-Mu
dengan pujian seluas bumi dan langit-Mu, sehampar ‘Arsy-Mu yang Agung.
Kau tunjukkan kebodohan demi kebodohanku walau sekian lama aku geluti
Thibb Nabi-Mu. Semakin Engkau ungkap kebodohan itu, semakin nyata kebodohan itu pada hamba-Mu yang lemah. Rabbi zidni ‘ilman wa rzuqni fahman.
Kemaren, Sabtu 29 Maret 2014 aku temukan satu kombinasi sistem insisi
yang semoga benar secara ijtihad. Aku bilang penemuan, karena belum aku
dengar di antara praktisi hijamah yang mengetengahkan wacana ini. Aku
bilang bodoh, karena setelah bertahun-tahun metode ini baru terungkap
kemaren.
Subtansi dari metode ini dapat meminimalisir timbulnya
scar karena insisi, walau selama ini scar itu pun tidak ada. Tapi
setidaknya dengan metode ini, ada acuan anatomis yang menguatkan sistem
bekam insisi.
Fa idza ‘azamta fa tawakkal ‘ala Allah.
Bersemangat, bersungguh-sungguh, berkemauan yang kuat, membaca dan
membaca terus, dan tak lupa tawakkal kepada Allah. Pasti Allah akan
memberikan solusi. Sekira kita berazam dan istiqamah pada Sunnah Nabawi,
sesuai tuntunan beliau, termasuk dalam perkara hijamah yang mungkin
dianggap remeh dan dijadikan polemik, insya Allah dan haqqul-yaqin,
Allah akan memberikan makhrajan.
Insya Allah metode ini akan
disampaikan dalam pelatihan angkatan 124 di Assabil, 125 di Kedah
Malaysia, dan jika diizinkan 126 di Thailand.
Karena metode ini baru ditemukan, kepada para alumni Assabil dapat mengikuti pelatihan pada angkatan mendatang.
الجهل = عدم المعرفة بشيء
Rabbi isyrah li shadri wa yassir lil amri wa hlul uqdatan min lisani yafqahu qauli.
Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi
 |
| Ilustrasi |
Malpraktik bekam insisi ini dikonsentrasikan pada munculnya scar,
kerusakan jaringan kulit sebagai akibat karena insisi terlalu dalam dan
tidak sealur dengan cutis langer, di samping sebab-sebab lain.
Secara personality, scar terjadi karena keminiman pengetahuan pelaku
tentang anatomi kulit dan tidak adanya profesionalitas dalam pelaksanaan
insisi. Sehingga ada seorang penghijamah yang “mencoba” memasang
bisturi ke scalpel/scapel, kulitnya justru berdarah-darah karena
tertusuk ujung bisturi. Ini baru praktik penguasaan alat, belum ke
praktikum insisi.
Scar juga terjadi karena alat insisi yang
tidak steril seperti silet cukur, di samping antisepsi kulit prainsisi
yang jauh dari standar medis. Perilaku pembekam yang juga mengabaikan
prinsip-prinsip steril dan ketidaktahuan tentang PPI bekam juga punya
andil.
Kemudian malpraktik bekam insisi ini dijadikan alasan
oleh pihak kontra bekam insisi untuk menghindari, menjauhi,
mendiskrediktkan dan menyerang bekam insisi, lalu secara sepihak dibuat
kesimpulan bahwa bekam yang paling baik adalah bekam tusukan karena bla
bla bla, bukan bekam insisi. Bahkan ada juga yang berani mengklaim,
maksudnya benar-benar ada, bahwa bekam yang Nabawi adalah bekam tusukan
jarum. Padahal man kadzaba alayya muta’ammidan.... siapa yang buat
kedustaan atas namaku (Rasulullah), silahkan ambil tempat duduknya dari
api neraka.
Tentang ketakutan pasien terhadap bekam insisi,
sudah masuk ke ranah lain karena status mereka yang pasif dan hanya
menerima, yang seratus persen terlepas dari perkara profesionalitas.
Maka ketakutan mereka juga sangat tergantung dari profesionalitas
pembekam dalam mengelola psikologi pasien dan kecenderungan macam mana
yang ia lakoni.
Tentang SOP di ABI, maka sebagai lembaga yang
menaungi semua pembekam, punya tugas mulia mengakomodir semua versi.
Ketua majis syuro dan semua anggotanya berada di barisan paling depan
untuk mengawalnya. Tapi sebagai pribadi, maka siapa pun harus tampil
sebagai seorang Muslim yang istiqamah melaksanakan Sunnah Nabawi.
Sekali lagi, bekam insisi yang mengalami malpraktik dan mengakibatkan
scar, murni karena pembekamnya yang sama sekali tidak profesional.
Karena itulah untuk menghindari malpraktik ini sejak awal kami temukan
solusinya dengan metode Algophobila Shock Therapy for Incision (ASTFI).
Buktinya? Lebih dari 21.000 alumni LKP Assabil sudah mempraktikkannya.
Gambarannya, dengan warna kulit normal, antisepsi yang baik dan insisi
tipis, rata-rata hari keempat pascabekam, bekas insisi sama sekali tidak
tampak.
Ketidaktahuan dan ketidakmampuan individual tentang
metode insisi yang baik, dimohon tidak dijadikan alasan penolakan metode
insisi, karena itu subyektif. Tentang hal-hal yang berkait dengan
teknis, seperti STPT, oknum dinkes yang menolak bisturi, kepmenkes Nomor
1076/MENKES/SK/VII/2003 Bab V pasal 16 ayat 1 dan 2, atau mungkin
kendala rekomendasi dari ABI, boleh konsultasi via inbox. Insya Allah
aneka prosedur dan bayangan kesulitan sudah dilewati dan tak ada masalah
asal punya sedikit kecerdasan. Bahkan Assabil didorong Dinkes untuk
naik ke jenjang Klinik Pratama atau Utama, dan dalam proses untuk itu.
Insya Allah di bagian mendatang disampaikan sebagian uraian dalam
kitab-kitab kuning kategori syuruh. Agar sinar matahari yang sudah
tampak terang semakin terang bagi mereka yang mengharap hidayah Allah.
Dan, dan jika antum punya materi ini, monggo di-share pula di Meddis
(Media Diskusi) bekam. Karena sampai edisi kelima kemaren, diskusi masih
mengandalkan daya pikir dan belum menyentuh ke kajian yang lebih
Nabawi.
Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi