Friday, April 4, 2014

Agar Pasien Nyaman di Bekam

Ilustrasi Kecemasan
Ilustrasi Kecemasan

Hari ini ada dua pasien akhawat yang pernah mengalami trauma untuk dihijamah. Yang satu pernah dihijamah. Waktu dikop pertama pun sudah merasa kesakitan. Bukannya dihibur atau disugest, justru dibentak oleh penghijamah. Masa' begini saja teriak-teriak?

Yang satu lagi ibunya yang menjadi pasien, dengan jumlah titik nyaris tak terhitung, seluruh tubuh hingga kaki. Bukannya sembuh, tapi justru tak bisa jalan, temporal. Kejadian yang dialami ibunya inilah yang membuat Akhawat ini traumatik, walau akhirnya mau juga dihijamah.

Memang tidak mudah melayani orang banyak, beragama karakter dan sifat. Walau sudah diusahakan sesempurna mungkin, ada saja yang dianggap kurang. Belum lagi jika ada miskomunikasi. inilah layanan jasa. Tapi setidaknya dengan SOP yang baik, insya Allah layanan Thibb Nabawi bisa memberikan kenyamanan, manfaat, syifa' dan barakah.

Dalam kasus Ukhti kedua yang traumatik, ibunya dihijamah dengan banyak titik hingga tak bisa jalan. Apa memang titik hijamah harus sekaligus banyak? Apakah tidak dipikirkan bagaimana respon tubuh terhadap efek infllamasi yang merangsang sel mast dalam jaringan dan semua perubahan yang menyertainya? Bahkan set poin di hipotalamus pun bisa ikut naik yang berakibat demam. Itu pula ada sebagian pasien yang mengalami demam setelah hijamah.

Antum ada pendapat lain....?


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Thursday, April 3, 2014

Kitab Referensi Bekam atau Hijamah

 
Ad-dawaa Al-'ajiib
Ad-dawaa Al-'ajiib

Foto copy buku karangan Syaikh Muhammad Amin Syaikhu ini ana dapatkan beberapa bulan yang lalu dari seorang Ikhwan. Eeee.... tak tahunya buku ini terselip di rak sejak 2010. Kasihan dia.

Kajian lebih ilmiah, terutama dari sisi ad-damawy, hematologis. Sebagai contoh, beliau bedakan antara الدم الوريدي darah intravena dan darah hijamah. Malpraktik hijamah juga tak lepas dari perhatian penulis. Waktu hijamah beliau kaji antara sebelum makan pagi, waktu pagi, posisi rembulan dengan tgl 17, bahkan ada perbedaan antarmusim.

Kajian paling banyak tentang efek hijamah terhadap berbagai aspek yang mendatangkan kesehatan manusia, dari الجهاز المناعي immunity system hingga ke beberapa manfaat hijamah untuk kasus-kasus tertentu seperti احمرار الدم وفرط الكريات الحمراء وكثرة عدد الصفيحيات (polycythemia, erythremia, essential thrombocytosis) dll.

Di akhir buku disertakan berbagai data dan hasil pemeriksaan lab, sebelum dan sesudah hijamah dan medical record dari beberapa pasien dengan beberapa kasus yang berbeda.

Banyak ilmu hijamah yang dapat dipelajari dari kitab yang diterbitkan pada tahun 1999 ini, berbobot dan akurat, apalagi dengan tebal total 496 halaman ukuran 17 x 24 cm.

Namun ada pendapat beliau yang tak sejalan tentang posisi kahil. Di buku ini ditampilkan posisi kahil yang hampir berada di bawah scapula, dextra sinistra. Jadi kata kahil yang mufrad ini tak lagi tunggal titiknya. Sementara dalam beberpa kitab syuruh hadits disebutkan posisnya di antara al-katifain, dua pundak, mujtama' al-katifain atau kata lainnya adalah al-katad, seperti yang disebutkan dalam kitab An-Nihayah fi Gharib Al-Atsar, 4/255. Wa Allah a'lam bi ash-shawab.

Wednesday, April 2, 2014

Obati Kanker Dengan Cakar Ayam

 
Daun Cakar Ayam
Daun Cakar Ayam

Perjalanan 4 jam dari rumah tak surutkan semangat ke Leuwiliang Bogor hari ini, survey lahan yang seminggu lalu gagal dilaksanakan. Dengan ketinggian sekitar 500 meter DPL, keringat masih mengucur saat keliling lahan dengan luas beberapa hektar.

Allah sudah sediakan kekayaan nabati di sekeliling kita yang tak terhitung banyaknya, tinggal petik, diolah, dijual, dibeli mereka yang membutuhkan, dan diharapkan berbarokah. Salah satu di antaranya adalah cakar ayam yang bertebaran hampir di seluruh lahan, dan juga di sekian banyak lahan sekitar yang belum tersentuh. Padahal manfaat cakar ayam amat sangat banyak, dan selama ini Assabil selalu menggunakan bahan ini untuk ramuan herba yang diberikan kepada pasien.

Karena para petani di sekitar lahan tak tahu dan juga tak mengerti, maka tanaman yang sebenarnya sangat besar manfaatnya ini justru dianggap pengganggu seperti halnya rerumputan lain yang dianggap sebagai tanaman pengganggu.

Di antara manfaat cakar ayam adalah sebagai antitoxic, antiedema, antineoplastic, hemostatic, dll. Maka orang sehat pun baik konsumsi cakar ayam untuk menghindarkan kanker, terutama kanker paru.

Kalaulah ada ikhwan dari fakultas pertanian yang menganggur dan tertarik untuk bergabung, silahkan kontak kami. Di lahan ini sudah ada sumber air sendiri, sarana prasarana lainnya.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Tuesday, April 1, 2014

Adab Dalam Perilaku

Akhlak Muslim
Akhlak Muslim

Ibnul-Mubarak berkata, “Seseorang tak tampak cerdas karena mengandalkan ilmu, selagi tidak menghiasi amalnya dengan adab.”

Al-Ahnaf berkata, “Adab adalah cahaya akal, sebagaimana nyala api yang menjadi cahaya pandangan dalam kegelapan.”

Sebagian hukama’ berkata, “Tidak ada adab kecuali dengan akal, dan tidak ada akal kecuali dengan adab.”

Dalam media diskusi ini, siapa pun boleh mengeluarkan uneg-uneg, pendapat, bantahan, sanggahan dan ide. Bahkan tak sedikit yang ikut nimbrung berpromosi. Monggo saja.

Satu saja yang perlu dipegangi, “adab”. Jika pendapat dan ide yang disampaikan dianggap tidak memperhatikan aspek “adab” oleh divisi IT, padahal sudah ada sinyal peringatan sebelumnya, maka mohon dimaafkan sebelumnya jika yang bersangkutan terkena penalty unfriend.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Sunday, March 30, 2014

Terima Kasih Atas Kebodohan Ini Ya Allah

Ilustrasi Ketidaktahuan
Ilustrasi Ketidaktahuan

Terima kasih ya Rabb, segala puji bagi-Mu dengan pujian seluas bumi dan langit-Mu, sehampar ‘Arsy-Mu yang Agung. Kau tunjukkan kebodohan demi kebodohanku walau sekian lama aku geluti Thibb Nabi-Mu. Semakin Engkau ungkap kebodohan itu, semakin nyata kebodohan itu pada hamba-Mu yang lemah. Rabbi zidni ‘ilman wa rzuqni fahman.

Kemaren, Sabtu 29 Maret 2014 aku temukan satu kombinasi sistem insisi yang semoga benar secara ijtihad. Aku bilang penemuan, karena belum aku dengar di antara praktisi hijamah yang mengetengahkan wacana ini. Aku bilang bodoh, karena setelah bertahun-tahun metode ini baru terungkap kemaren.

Subtansi dari metode ini dapat meminimalisir timbulnya scar karena insisi, walau selama ini scar itu pun tidak ada. Tapi setidaknya dengan metode ini, ada acuan anatomis yang menguatkan sistem bekam insisi.

Fa idza ‘azamta fa tawakkal ‘ala Allah. Bersemangat, bersungguh-sungguh, berkemauan yang kuat, membaca dan membaca terus, dan tak lupa tawakkal kepada Allah. Pasti Allah akan memberikan solusi. Sekira kita berazam dan istiqamah pada Sunnah Nabawi, sesuai tuntunan beliau, termasuk dalam perkara hijamah yang mungkin dianggap remeh dan dijadikan polemik, insya Allah dan haqqul-yaqin, Allah akan memberikan makhrajan.

Insya Allah metode ini akan disampaikan dalam pelatihan angkatan 124 di Assabil, 125 di Kedah Malaysia, dan jika diizinkan 126 di Thailand.

Karena metode ini baru ditemukan, kepada para alumni Assabil dapat mengikuti pelatihan pada angkatan mendatang.


الجهل = عدم المعرفة بشيء




Rabbi isyrah li shadri wa yassir lil amri wa hlul uqdatan min lisani yafqahu qauli.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Friday, March 28, 2014

Malpraktik Bekam Insisi atau Bekam Sayatan - Bagian 6

Ilustrasi
Malpraktik bekam insisi ini dikonsentrasikan pada munculnya scar, kerusakan jaringan kulit sebagai akibat karena insisi terlalu dalam dan tidak sealur dengan cutis langer, di samping sebab-sebab lain.

Secara personality, scar terjadi karena keminiman pengetahuan pelaku tentang anatomi kulit dan tidak adanya profesionalitas dalam pelaksanaan insisi. Sehingga ada seorang penghijamah yang “mencoba” memasang bisturi ke scalpel/scapel, kulitnya justru berdarah-darah karena tertusuk ujung bisturi. Ini baru praktik penguasaan alat, belum ke praktikum insisi.

Scar juga terjadi karena alat insisi yang tidak steril seperti silet cukur, di samping antisepsi kulit prainsisi yang jauh dari standar medis. Perilaku pembekam yang juga mengabaikan prinsip-prinsip steril dan ketidaktahuan tentang PPI bekam juga punya andil.

Kemudian malpraktik bekam insisi ini dijadikan alasan oleh pihak kontra bekam insisi untuk menghindari, menjauhi, mendiskrediktkan dan menyerang bekam insisi, lalu secara sepihak dibuat kesimpulan bahwa bekam yang paling baik adalah bekam tusukan karena bla bla bla, bukan bekam insisi. Bahkan ada juga yang berani mengklaim, maksudnya benar-benar ada, bahwa bekam yang Nabawi adalah bekam tusukan jarum. Padahal man kadzaba alayya muta’ammidan.... siapa yang buat kedustaan atas namaku (Rasulullah), silahkan ambil tempat duduknya dari api neraka.

Tentang ketakutan pasien terhadap bekam insisi, sudah masuk ke ranah lain karena status mereka yang pasif dan hanya menerima, yang seratus persen terlepas dari perkara profesionalitas. Maka ketakutan mereka juga sangat tergantung dari profesionalitas pembekam dalam mengelola psikologi pasien dan kecenderungan macam mana yang ia lakoni.

Tentang SOP di ABI, maka sebagai lembaga yang menaungi semua pembekam, punya tugas mulia mengakomodir semua versi. Ketua majis syuro dan semua anggotanya berada di barisan paling depan untuk mengawalnya. Tapi sebagai pribadi, maka siapa pun harus tampil sebagai seorang Muslim yang istiqamah melaksanakan Sunnah Nabawi.

Sekali lagi, bekam insisi yang mengalami malpraktik dan mengakibatkan scar, murni karena pembekamnya yang sama sekali tidak profesional. Karena itulah untuk menghindari malpraktik ini sejak awal kami temukan solusinya dengan metode Algophobila Shock Therapy for Incision (ASTFI). Buktinya? Lebih dari 21.000 alumni LKP Assabil sudah mempraktikkannya. Gambarannya, dengan warna kulit normal, antisepsi yang baik dan insisi tipis, rata-rata hari keempat pascabekam, bekas insisi sama sekali tidak tampak.

Ketidaktahuan dan ketidakmampuan individual tentang metode insisi yang baik, dimohon tidak dijadikan alasan penolakan metode insisi, karena itu subyektif. Tentang hal-hal yang berkait dengan teknis, seperti STPT, oknum dinkes yang menolak bisturi, kepmenkes Nomor 1076/MENKES/SK/VII/2003 Bab V pasal 16 ayat 1 dan 2, atau mungkin kendala rekomendasi dari ABI, boleh konsultasi via inbox. Insya Allah aneka prosedur dan bayangan kesulitan sudah dilewati dan tak ada masalah asal punya sedikit kecerdasan. Bahkan Assabil didorong Dinkes untuk naik ke jenjang Klinik Pratama atau Utama, dan dalam proses untuk itu.

Insya Allah di bagian mendatang disampaikan sebagian uraian dalam kitab-kitab kuning kategori syuruh. Agar sinar matahari yang sudah tampak terang semakin terang bagi mereka yang mengharap hidayah Allah. Dan, dan jika antum punya materi ini, monggo di-share pula di Meddis (Media Diskusi) bekam. Karena sampai edisi kelima kemaren, diskusi masih mengandalkan daya pikir dan belum menyentuh ke kajian yang lebih Nabawi.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi