Wednesday, January 11, 2017

YUK BELAJAR BAHASA ARAB KEPERAWATAN ISLAM

BAHASA INDONESIA dan BAHASA ARAB
Rongga dada قَفَص صَدرِي
jantung القَلب
Liver الكَبِد
Paru الرِئَة
Arteri الشِريَان ج : الشَرَايِين
Vena الوَرِيد
Kapiler الشَعرِي
Aorta أبْهَر: شِرْيانٌ أَوُرْطِيّ
Vena cava الوَرِيدُ الأجْوَف
Systole اِنْقِبَاضُ القَلْبِ
Diastole اِنْبِسَاطَةُ القَلْب
Pulse دَقّ القَلْبُ
Cardiology طِبّ القَلْب
Cardiolog طَبِيبُ القَلْب
Carditis اِلْتِهابُ القَلْب
TB paru تَدَرّنٌ رِئَوِيّ - دَرَنٌ رِئَوِيّ
Arteri pulmonary شِرْيانٌ رِئَوِيّ
Vena pulmonary وَرِيد رِئَوِيّ
Dah ah… segini aja dulu. Takut kebanyakan.
Oya… bedakan antara jantung dengan hati/liver. Sebab dalam kontek bhs Indonesia, hati kadang dirancukan dengan jantung. Buktinya? Wanita kalau sakit hati, yang dipegang atau ditunjuk pada posisi jantung.
Assabil Holy Holistic Jakarta
Pelopor bekam steril

Monday, January 9, 2017

TITIK-TITIK FASHD atau Al-Fashdu

TITIK-TITIK FASHD:
واعلم ان العروق المفصودة كثيرة: عروق في الرأس وعروق في اليدين وعروق في البدن وعروق في الرجلين وعروق في الشرايين


Ketahuilah bahwa banyak pembuluh darah yang dapat dijadikan titik fashd:


1. Pembuluh darah di kepala
2. Pembuluh darah di tangan
3. Pembuluh darah di badan
4. Pembuluh darah di kaki
5. Pembuluh darah di beberapa arteri
Masing-masing bagian ini diuraikan lagi menjadi beberapa titik beserta manfaatnya.

Wednesday, January 4, 2017

KULIAH BEKAM...? BUANG-BUANG WAKTU

KULIAH BEKAM...? BUANG-BUANG WAKTU


Meeting dengan Rektor Unusa Surabaya Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, Prof. Muhlas dan para warek dan dekan untuk rencana kerja sama pelatihan hingga prospek prodi khusus bekam. Tunggu info berikutnya.
Pertanyaannya:

Ngapain kuliah bekam 3 tahun kalaulah selama ini belajar sehari dua hari pun mereka sudah bisa membekam? Bahkan tanpa belajar pun atau minimal belajar dari youtube pun mereka sudah berani membekam?
Inilah di antara materi diskusi kami tadi siang. Apakah antum punya pendapat tentang hal ini?

Tuesday, January 3, 2017

TITIK BEKAM UTK SEKSUAL PRIA

TITIK BEKAM UTK SEKSUAL PRIA:

UM - KHL - UN2-3 - ZA8-9-14-15-16-17-26-27 - AK3-4 + herba

Monday, December 19, 2016

THIBB NABAWI UNTUK MULTIPENYAKIT

THIBB NABAWI UNTUK MULTIPENYAKIT
Hari kemaren, ahad dapat pasien yang super macam-macam:
1. Kanker payudara. Datang pertama. Sejak pascaoperasi pengangkatan total maret 2016, darah segar terus merembes nonstop, tangan odim dan disfungsi motorik total. Nyeri ndak ketulungan. Insomnia. Kelihatannya dari kekuarga kurang mampu.
2. Kasus infertility 4 pasangan suami istri
3. Bapak2 usia 72 thn dari Bengkulu kesulitan jalan padahal bln depan mau umroh. Maunya pulang. Alhamdulillah sedia menunda 2 minggu sehingga dapat bekam 2x seninggu
4. Kanker nody lymphaticum cervicalis dan inguinalis. Yg di inguinal sdh hilang total.
5. Lymphoma di perut.
6. Tumor payudara kanan. Hanya 2 cm.
7. Anak autism usia 5 thn
8. Amenorrhea, 2 th tanpa haid sama sekali. Bekam sebelumnya pada bulan lalu sudah mulai haid lagi walau masih sedikit.
9. Janda 2 anak pakai niqob, cerai gara2 suami ndak mau kerja dan kdrt. Sekarang mesti banting tulang kerja serabutan.
10. Dismenorrhea, bahkan sampai pingsan saat haid.
11. Yang lain2 kasus ringan.
Multiple disease. Beragam dan membuat pikiran makin masghul.
Sebagai manusia biasa yg lemah dan dengan logika patofisiologi yang cukup berat untuk diobati, sementara mereka semua sangat mengharap kesembuhan dengan Thibb Nabawi, kadang terpikir diri in kok makin dho'if. Tapi ana senantiasa berharap semoga Allah limpahkan kesembuhan kpd mereka. Doa dan harapan yg tulus.
Ya Allah ya Rabb limpahkan kekuatan kepada kami dan saudara2 kami pendakwah Thibb Rasul-Mu.

Saturday, November 7, 2015

Down Syndrome Sembuh Dengan Bekam

Usianya baru 3.5 tahun dengan kasus down syndrome (DS), dengan ciri-ciri khusus secara fisik dan mental. Wajahnya datar, ada lipatan tambahan di ujung mata, jari-jari tangannya gemuk dan pendek, lidahnya lebar, sering menjulurkan lidah, ngiler, bicara tak jelas, tidak responsive. Secara mental, dia memiliki kelambatan yang menonjol dibandingkan anak lain seusianya. Jika Anda punya anak DS, harap diterima hal itu sebagai qadarullah, jangan sekali-kali berharap bahwa anak Anda akan berkembang menjadi anak pinter, apalagi pinter banget. Bahkan jangan berharap akan mampu bersanding dengan siswa lain di bangku sekolah normal. Hal itu sulit dan mendekati mustahil tercapai. Dia perlu dimasukkan ke sekolah khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus, yang biasanya juga tidak banyak membantunya secara pendidikan karakter. Ini bukan karena apa-apa, tapi memang begitulah secara teori. Bahkan tidak sedikit yang semakin lama anak semakin menurun kondisinya, dengan tambahan gangguan penglihatan dan pendengaran.
Lalu siapakah orang tua yang tidak akan terpukul ketika dia memiliki seorang anak yang sejak bayi pun sudah terdeteksi sebagai penderita DS? Bagaimana kehidupannya nanti? Bagaimana hidupnya? Bagaimana masa depannya? Bagaimana jika aku sudah meninggal? Siapa yang akan memelihara dan mengurusnya? Banyak lintasan pikiran yang berkecamuk dalam kepalanya.
Ada apa dengan DS?
DS terjadi pada anak sebagai kelainan genetic, karena kelainan pada cromosom 21. Janin memiliki 23 pasang cromosom dari ayah ibunya, terbagi secara rata, sehingga jumlah totalnya ada 46 cromosom. Anak DS cromosomnya lebih satu, yakni sebanyak 47 buah karena mengalami kelainan (kelebihan) pada cromosom 21. Kalau masing-masing berpadangan ada dua, pada cromosom 21 ada tiga buah.
Kembai ke anak ini, usia 3.5 tahun. Kasus DS. Dengan empat kali bekam, sudah ada perubahan walau belum siginifikan, yaitu lebih konsentrasi, jika dipanggil lebih responsive, lebih banyak maunya.
Orang tuanya juga memasukkannya ke program terapi bicara. Dan hebatnya, petugas tempat terapi bicara itu menyarankan si anak untuk dibekam, sembari menyebutkan nama Assabil. Mengapa? Karena ada salah satu anak DS juga, yang juga mengikuti program terapi bicara di tempat tersebut, setelah dibekam secara rutin, kondisinya nyaris seperti anak normal dan bahkan sudah kuliah dengan program normal sebagaimana mahasiswa lain yang normal.
"Maka atas informasi tersebut, saya datang ke sini Ustadz, agar anak saya ini selanjutnya berkembang sebagaimana anak normal lain," kata ayahnya.
"Amin, ya Rabb," jawab kami, "Cuma memang Bapak harus telaten dan sabar."
"In shaa Allah Ustadz."
"Bapak tahu berapa lama terapi yang dilakukan anak DS yang sekarang kuliah sebagaimana anak biasa tersebut?"
"Tidak," jawabnya.
"Empat tahun," kataku.
Dia sempat terpana dan sedikit kaget. Tapi tak lama kemudian dia tampak dapat menguasai diri.
"Berapa lama jeda waktu kedatangannya?"
"Pada awal mula, seminggu sekali, lalu makin jarang dua minggu sekali, lalu tiga minggu sekali, lalu sebulan sekali, hingga tahun terakhir dia datang sesekali waktu saja."
"In shaa Allah saya akan telaten Ustadz, karena masa depan anak saya jauh lebih penting daripada usaha dan biaya yang harus saya keluarkan," jawabnya dengan mantap.
Ya Allah, ya Rabb, limpahkan kesembuhan kepada anak ini, curahkan kesabaran kepada bapak ibunya, karena Engkaulah Dzat Maha Penyembuh.






Saturday, October 11, 2014

Pelatihan Bekam Dasar Angkatan 127

PELATIHAN BEKAM TINGKAT DASAR ANGKATAN 127

Insya Allah LKP Assabil yang pertama memiliki izin penyelenggaraan pelatihan khusus bekam dan sudah memiliki NILEK ( 01204.4.1.0001./55 ) akan menyelenggarakan kursus dan pelatihan bekam professional level satu dan dua, angkatan ke-127.
Materi Pelatihan:
  1. Pretest
  2. Aspek dan landasan hukum
  3. Pengantar Thibb Nabawi
  4. Pengantar hijamah
  5. Hadits-hadits hijamah
  6. Cupping, kulit dan darah
  7. Titik-titik Nabawi
  8. Kontraindikasi, larangan dan kegawatdaruratan 
  9. Malpraktik dan aspek resiko 
  10. Waktu bekam, puasa, upah hijamah dan ruqyah syar’iyyah
  11. Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi Bekam
  12. Penanganan limbah B3 hijamah
  13. Pengantar bagi calon penghijamah
  14. Penjelasan Anatomi Hijamah Titik-titik bekam
  15. Penjelasan instrument
  16. Uraian titik-titik bekam
  17. Aplikasi dan demo semua titik hijamah
  18. Hijamah Lines Incision 
  19. Inhibisi taktil
  20. Praktikum tahap pertama
  21. Praktikum tahap kedua
  22. Post test

Pengetahuan dan ketrampilan yang didapatkan peserta:
  1. Memahami semua pengetahuan dasar tentang hijamah dari A sampai Z tanpa kecuali.
  2. Langsung mampu mempraktikkan hijamah terhadap teman dan keluarga dekat.
  3. Mampu membedakan standar bekam steril dan tidak steril.
  4. Mampu mempraktikkan standar operating prosedur bekam steril.
  5. Memiliki kewaspadaan standar melindungi diri sendiri dan orang lain dari penularan penyakit yang diakibatkan oleh tindakan bekam.
  6. Memahami dan mengaplikasikan titik-titik Nabawi berdasarkan akurasi hadits shahih.
  7. Memiliki kemampuan dasar untuk menetapkan titik-titik bekam yang terukur berdasarkan kasus perkasus.
  8. Memahami faktor-faktor resiko pengobatan bekam.

Keuntungan peserta pascapelatihan:
  1. Dapat magang di Assabil.
  2. Dapat mengikuti program pelatihan versi baru di Assabil untuk level tiga dan seterusnya.
  3. Konsultasi pascapelatihan.
Fasilitas Pelatihan:
  1. Ruangan ber-AC dengan daya tampung 60 orang.
  2. Diktat pelatihan level satu.
  3. Alat-alat bekam.
  4. Poster Anatomi Hijamah dan buku
  5. Makan siang dan malam serta snack
  6. Surat Tanda Selesai Belajar (STSB) versi pertama dikeluarkan semetara oleh LKP Assabil, dan STSB kedua (menunggu) yang ditandatangani Kasubdit Dikmen Jakarta Selatan dan berhologram ABI.
  7. Penunjang alat-alat praktikum lengkap.

Waktu Pelaksanaan:

Jum’at, Sabtu, Ahad, 31 Oktober - 2 Nopember 2014
Jum’at, mulai 13.00 hingga 17.30
Sabtu, mulai 08.00 hingga 17.30
Ahad, mulai 08.00 hingga 21.00
Kontribusi:
Rp 1.300.000
1. Dua puluh pendaftar pertama mendapatkan potongan biaya Rp 300.000,-. Caranya: Menstranfer Rp. 500.000 ke rekening BCA: 4361746001 a/n Kathur Suhardi, sisanya (Rp. 500.00) dibayar saat pelatihan.
2. Pendaftar ke-21 dan seterusnya membayar penuh senilai Rp 1.300.000,-.

Friday, October 3, 2014

Tumor Payudara Dibekam Di Titik Tersebut ?

TUMOR DI PAYUDARA LANGSUNG DIBEKAM DI TITIK TERSEBUT

Hari ini ada pasien akhawat dari Tangerang, kedatangan kedua setelah 2 minggu, usia 31 tahun. kasus tumor di payudara kanan posisi jam 12, 3 cm dari niple, muncul Juli 2014. Awalnya sebesar 1 cm. Tapi setelah dibekam di daerah Bitung jutsru membesar jadi 3 cm. Pasalnya, pembekaman langsung di bagian tumor. Sebenarnya pasien sudah mau menolak dan mengingatkan hal ini. Tapi pembekamnya ngeyel, tak apa-apa, kami sudah biasa melakukannya begini. Begitu kilahnya.
Masih menurut suami pasien, di tempat bekam tersebut sudah ada beberapa sertifikat pelatihan bekam. Semoga tak ada STSB Assabil, karena titik bekam langsung di tumor atau massa merupakan salah satu kontraidikasi titik bekam yang sudah diajarkan sejak awal, dan merupakan bahan ajar baku.
Ijtihad kami secara patologis dan juga dikuatkan pengalaman. Artinya, sejak lama kami mendapatkan limpahan pasien yang dibekam di tempat lain dengan kasus yang sama, bukannya mengecil atau sembuh, tapi justru membesar dan bahkan ada yang bernanah di bagian tumornya.
Dalam salah satu modul pelatihan di Assabil, kasus ini termasuk dalam modul kontraindikasi dan malpraktik bekam. Di samping kasus-kasus yang lain tentunya. Tujuannya, agar peserta didik mengetahui berbagai macam jenis kontraindikasi dan malpraktik bekam, sehingga dapat menghindarkan efek negatif dari pengobatan bekam. Bukannya kesembuhan yang didapat pasien, tapi justru penyakit di atas penyakit.
Antum boleh juga share pengalaman dan pengetahuan serupa, sebagai pasien atau sebagai pembekam di Fanspage Ust Kathur

Thursday, October 2, 2014

Menaklukkan Bapak Dubes

MENAKLUKKAN BAPAK DUBES
ilustrasi diplomasi
Ilustrasi Diplomasi

Hari ini pk 14.30 kedatangan tamu, dubes salah satu negara TimTeng. Berbincang beberapa tema, beberapa buku Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim dan beberapa hal, ternyata beliau belum pernah bekam. Keluhan, penyakit dah ditulis di MR. Eeee... ternyata beliau tak mau hijamah, tànpa alasan yg jelas, tapi yg jelas beliau dalam keadaan shoim.
Keengganan pasien untuk dibekam justru mengundang rangsang untuk menundukkannya. Bujuk punya bujuk melalui beberapa hadits Nabawi dan bujukan2 lain, akhirnya beliau menyerah, siap dibekam. Syaratnya, urid fadhilatak alladzi tuhajimuni. Thayyib, ra po po.
Alhamdulillah 5 titik berhasil dilaksanakan dengan aman.
Satu kepuasan tersendiri dapat "menaklukkan" Bapak duta besar dari satu negara, yg awalnya tak mau dihijamah hingga berkenan mencicipi pengobatan paling ideal ini.
Semoga kisah hari ini menjadi inspirasi bagi Ikhwan pembekam untuk istiqamah berdakwah.
Bagaimana kisah antum?

Wednesday, October 1, 2014

Arafah.. Oh Arafah

ARAFAH
padang arafah
Padang Arafah dilihat dari atas

Arafah adalah nama tempat dan waktu.
Arafah sebagai tempat adalah padang luas di sisi timur kota Makkah. Hujjaj melaksanakan inti haji yakni wuquf harus di Arafah, dengan batas-batas yang jelas.
Arafah sebagai waktu adalah pelaksanaan wuquf pada 9 Dzulhijjah, ketika para hujjaj melaksanakan inti haji, wuquf di sana, tidak tanggal 8 tidak pula tanggal 10 Dzulhijjah, apalagi selain itu.
Kaum Muslimin yang tidak menunaikan haji, disunnahkan berpuasa, bertepatan dengan hujjaj yang sedang wuquf di Arafah, yang disebut puasa Arafah, tidak sebelumnya dan tidak pula sesudahnya.
Esoknya tanggal 10 Dzulhijjah, hujjaj mendirikan shalat subuh di Muzdalifah, menghadap kiblat, bertahmid, bertakbir dan bertahlil, lalu berangkat menuju Mina sambil bertalbiyah, dan juga mengambil kerikil di Muzdalifah untuk melempar jamrah.
Kaum Muslimin yang tidak menunaikan haji, melaksanakan shalat Idul Adhha dan menyembelih kurban. Maka 10 Dzulhijjah juga disebut yaum an-nahr.
Ini semua merupakan rentetan yang berurutan dan tertib, seperti urutan dan tertib wudhu' atau shalat. Terjadinya perbedaan penetapan hari puasa Arafah dan Idul-Adhha, karena Arafah tidak dipahami sebagai nama tempat dan waktu secara bersamaan, urut dan tertib, dan juga menurut urutan dan tertib pelaksanaan manasik haji.
Di dunia ini, nama Arafah sebagai tempat hanya ada satu, dan waktunya pun hanya satu hari saja. Mestinya yaum Arafah dapat menjadi inspirasi penyatu semua ummat Islam, lintas bangsa lintas negara.
Bagaimana menurut pendapat Antum?

Sunday, September 28, 2014

Sterilisasi Gelas Kop Bekam

STERILISASI GELAS KOP BEKAM
Kop Bekam
Kop Bekam
Selama safari kali ini, Jakarta, Solo, Ponorogo, Banyuwangi, secara kebetulan kami bertemu beberapa pengisah cara mensteril gelas kop bekam. Mayorits informasi dari para pasien, dan mereka mendapatkan penjelasan dari pembekamnya. Mereka tuturkan dua cara: Semprot dengan alkohol, dan kedua mengguyurkan air panas ke gelas kop setelah dicuci dengan sabun. Boleh jadi dua cara inilah paling banyak yang dilakukan para pembekam, yang mereka sebut itu sudah proses sterilisasi.
Dua cara ini termasuk sebagian tahapan proses pencegahan dan penanggulangan infeksi. Karena itulah dalam pelatihan level awal di Assabil ada modul PPIB (Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi Bekam).
Kami undang antum semua untuk berkomentar, cukup tidakkah dua cara di atas? Aman tidakkah dua ara di atas?
Atau boleh juga bergabung dalam pelatihan bekam di Assabil angkatan 126. Tafaddhol ditunggu info berikutnya pada tanggal 1 Oktober 2104.

Monday, September 22, 2014

INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)

INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)
INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)
INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)
Dengan rahmat Allah telah lahir International Islamic Medicine Foundation disingkat IIMF pada tanggal 20 September 2014 di Islamic Center Bekasi, dengan ketua formatur Ust, Hakimuddin dan wakilnya Ust. Hamid Arif.
Ini baru nama sementara, di samping ada dua alternative nama lain yang akan digodok team foramtur. Insya Allah akan lebih diperkuat dengan melibatkan semua unsur kekuatan pengusung dakwah Thibb Nabawi, dimana pun dan siapa pun, di Indonesia dan beberapa Negara Islam lainnya.
Embrio ini bermula dari sebab umum berupa kegerahan dan kegundahan batiny beberapa ikhwan pendakwah Thibb Nabawi. Kemudian mengerucut menjadi ghairah (kecemburuan) Islamiyah yang terusik khususnya di bidang pengobatan, thibb, medicine. Jika di sana ada TCM, Unani medicine, Ayurveda, lalu mengapa Islamic Medicine tenggelam di dalam perut bumi? Jangan-jangan sulalah min thin pun belum terbentuk.
Sebab khususnya?
Juga tak lepas dari kegerahan sebagian Ikhwan melihat fenomena, bahwa memang banyak pendakwah Thibb Nabawi, tapi dalam scope individu, group, kelompok kecil, dan kelembagaan parsialistik. Semua sudah aktif dan bergerak, tapi cenderung terbatas. Bahasa lebih natural, semua berjalan sendiri-sendiri. Ini semua juga positif dan barakah insya Allah.
Lalu?
Perlu trigger, one moment and a good opportunity. Perlu satu pintu atau jendela, tak perlu pintu gerbang untuk ke sana. Yang pasti, rumah Thibb Nabawi perlu ada untuk membangun mercusuar kebersamaan di atasnya. Bukan saja local tapi internasional. Dengan kebersamaan insya Allah akan tampak lebih indah.
Maka dipilihlah moment seminar DISCOVERY OF BEKAM sebagai pintu atau jendela ke sana, sebagai trigger. Alhamdulillah gagasan ini berjalan mulus dan berhasil, walau terdapat satu dua kekurangan dalam pelaksanaannya. Tapi dengan kelahiran IIMF ini dan juga berdirinya Ikatan LKP Bekam Indonesia, boleh dibilang tingkat keberhasilan momentum ini mencapai 100%. Sesuai dengan gagasan semula yang sudah dicanangkan jauh-jauh hari.
Jazakum Allah khairan aktsiran ana ucapkan kepada semua Ikhwah yang telah menyempatkan diri hadir pada acara tersebut, tanpa kecuali, dan mohon maaf atas segala kekurangan. Bagi yang belum bergabung, dimohon untuk segera merapatkan barisan.
Mohon masukan, input, usulan, sumbang saran, termasuk kritik positif untuk mengokohkan embrio IIMF ini.

Friday, September 19, 2014

Hijama Lines Incision

HIJAMA LINES INCISION (HLI)
Hijama Lines Incision

Praktik bekam bisa dibuat kelas ecek-ecek, toh kerja intinya ngekop dan mengeluarkan darah. Nyaris siapa pun dapat melakukannya. Tapi bagi orang lain, justru praktik bekam ini sangat komplek. Tak heran kemudian muncul aneka malpraktik bekam, seperti lumpuh setelah bekam, muncul scar atau jaringan parut di kulit akiba torehan yang asal-asalan, dll.

Team Assabil tak pernah diam mencari terobosan,berinovasi dan menggali pengetahuan baru tentang bekam. Yang terbaru dan paling gres adalah perubahan arah insisi atau torehan. Disebut inovasi, karena belum ada seorang pun yang mewacanakannya. Disebut perubahan, berarti ada penggantian dari system sebelumnya ke system baru.

Nah, di antara inovasi terbaru adalah Hijama Lines Incision atau HLI. Maksudnya adalah ketepatan arah torehan bekam berdasarkan topologi jaringan kulit, menurut arah salur-salur di permukaan kulit dan pengelompokannya.

HLI inilah refresh materi pelatihan yang akan disampaikan pada Ahad 21 September 2014 dalam rentetan seminar DISCOVERY OF BEKAM di Islamic Center Bekasi. Alumni Assabil yang tak ikut tentu akan ketinggalan kesempatan emas. Bagi nonalumni Asssabil juga boleh mengikutinya, karena ini benar-benar tawaran pengetahuan baru.

Inilah di antara contoh arah torehan bekam di wajah. HLI lainnya akan disampaikan pada acara tersebut.

Sunday, April 6, 2014

Bekam Insisi dan Bekam Jarum - Bagian 7

Substansi Kulit
Substansi Kulit

Benar seperti usulan seorang Ikhwan, diskusi bekam metode insisi dan tusukan harus dihentikan, tak ada gunanya diperpanjang. Tapi tunggu dulu, berhentinya di jalur mana? Sebab jika menyangkut iman, tak terasa ternyata kita bisa berada di luar jalur iman.

Karena kita mengusung Thibb Nabawi atau Thibb Islami, tentu harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam perkara hijamah, kita kembalikan kepada Sunnah Nabi yang sudah sangat terang, seterang sinar matahari di siang hari bagi orang yang dapat melihat. Jadi, iman ini merupakan kunci pertama. Sementara kunci kedua terletak pada kata “syarthah mihjam” torehan, sayatan, insisi alat bekam.

Dalam hadits yang lalu sudah disampaikan matan “syarthoh mihjam” dan tak ada kata lain dalam sistem pengeluaran darah hijamah yang disebutkan di seluruh hadits dan kitab-kitab syuruh kecuali dengan metode syarthoh.

Dalam kamus Al-Mawrid disebutkan makna syarthoh adalah hyphent ( - ), tanda baca yang biasanya disebut strip, yaitu bentuk yang menggaris. Kata kerjanya syaratha, berarti incese, menyayat, menoreh. Dalam Kitab Kamus modern lain disebutkan makna syaqqa, artinya membelah, mengiris. Bentuk sayatan, torehan, belahan dan irisan beda dengan tusukan yang membentuk titik.

Dalam kitab Mirqatul-Mafatih dalam Bab Kitab Ath-Thibb war-Ruqa disebutkan pengertian syarthoh yang merupakan bentuk fa’lah, artinya asy-syaqq, membelah, mengiris. Dalam kitab Faidhul-Qadir, Al-Imam Al-Qurthuby menjelaskan makna syarthoh mihjam adalah al-hadidah al-lati yusyrotu biha, pisau besi yang digunakan untuk menyayat. Ini hanya sebagian kecil dari hamparan uraian kata ini dalam kitab-kitab hadits.

Kata syarthoh ini dikuatkan lagi dengan uraian lain bahwa alat yang digunakan dalam proses hijamah Nabawi adalah syafrah, yakni as-sikkin, pisau.

Dengan cara berpikir bodoh-bodohan saja, sepertinya Rasulullah tak sembarangan memilih metode syarthoh. Ada hikmah, ada rahasia yang sangat besar dari pemilihan metode ini. Padahal zaman beliau pun sudah ada jarum. Kalaulah kemudian pada saat ini muncul tafsir “yang penting keluar darah”, maka tak tahu apakah tafsir ini juga atas dasar pemikiran bodoh-bodohan saja?

Sehubungan dengan masalah-masalah teknis, terutama sandungan undang-undang penggunaan alat kedokteran, maka sebenarnya sandungan tidak hanya itu saja. Seorang ikhwan di Blora pernah kesandung masalah serupa hingga ke meja hijau. Namun alhamdulillah dapat dituntaskan berkat bantuan teman-teman yang lain. Bahkan kata “pasien” pun “haram” digunakan kecuali oleh kalangan medis. Lalu antum bicara atas nama siapa dan mewakili siapa? Jelasnya, membela siapa dan menyerang siapa? Alhamdulillah, dua kali mengurus STPT, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan serta sekali dalam survey keamanan bekam, semua lancar-lancar saja. Bahkan Dinkes Jaksel anjurkan Assabil untuk ditingkatkan status menjadi klinik. Kalaulah masalah undang-undang ini pun tetap menjadi sandungan, ada cara lain yang tak perlu diungkap di sini.

Kesimpulan:

  1. Jika Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan suatu perkara, tak ada lagi pilihan lain bagi Mukmin dan Mukminah dalam urusan mereka (Al-Ahzab: 36)
  2. Kata syarthoh mihjam, merupakan jenis kata zhahir dan bukan musykil. Maknanya sudah langsung dapat dipahami dan tidak ada yang tersamar.
  3. Penjelasan dalam kitab-kitab syuruh hadits juga amat gamblang
  4. Terkadang kepentingan tertentu dapat mengalihkan seseorang dari poin satu
  5. Ketidaktahuan tentang sesuatu tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak sesuatu itu. Solusinya keluar dari ketidaktahuan (kebodohan).
  6. Hal-hal yang terkait dengan alat insisi, metodenya, termasuk efek buruknya, sandungan undang-undang alat kedokteran, izin, legalitas, merupakan perkara-perkata teknis, dan masalah-masalah teknis seperti inilah yang terkadang dibuat alat pengalih dari inti.
  7. Ada kajian anatomis fisiologis di balik metode syarthah ini, yang njlimet, berat dan insya Allah tak ringan. Tunggu sebagian uraiannya di bagian mendatang. Uraian lengkap hingga mekenismenya dan ilustrasi gambarnya akan diungkap habis di buku yang masih dalam proses, lengkap dengan nilai tekanan hidrostatik kapiler ujung arteri, tekanan hidrostatik interstisial, tekanan osmotik plasma, dan tekanan osmotik interstisial, sehingga diketahui gaya total yang menyebabkan cairan berpindah dari kapiler ujung arteri menuju jaringan interstisial. Begitu pula nilai tekanan hidrostatik kapiler ujung vena sehingga diketahui nilai gaya total sebesar 7 mmHg yang menyebabkan cairan berpindah dari jaringan interstisial menuju kapiler ujung vena, dalam kondisi hemostatis
  8. Optimalisasi mekanisme ini hanya terjadi dengan bekam metode syarthoh mengenai kapiler, bukan dengan tusukan jarum yang ujungnya mengenai arteriol, venule, arteri atau vena muskularis kecil, yang membuat darah yang keluar lebih banyak darah normal.

Wa Allah a'lam bi ash-shawab. Yang benar datang dari Allah, yang salah berasal dari diri yang lemah ini.

Friday, April 4, 2014

Agar Pasien Nyaman di Bekam

Ilustrasi Kecemasan
Ilustrasi Kecemasan

Hari ini ada dua pasien akhawat yang pernah mengalami trauma untuk dihijamah. Yang satu pernah dihijamah. Waktu dikop pertama pun sudah merasa kesakitan. Bukannya dihibur atau disugest, justru dibentak oleh penghijamah. Masa' begini saja teriak-teriak?

Yang satu lagi ibunya yang menjadi pasien, dengan jumlah titik nyaris tak terhitung, seluruh tubuh hingga kaki. Bukannya sembuh, tapi justru tak bisa jalan, temporal. Kejadian yang dialami ibunya inilah yang membuat Akhawat ini traumatik, walau akhirnya mau juga dihijamah.

Memang tidak mudah melayani orang banyak, beragama karakter dan sifat. Walau sudah diusahakan sesempurna mungkin, ada saja yang dianggap kurang. Belum lagi jika ada miskomunikasi. inilah layanan jasa. Tapi setidaknya dengan SOP yang baik, insya Allah layanan Thibb Nabawi bisa memberikan kenyamanan, manfaat, syifa' dan barakah.

Dalam kasus Ukhti kedua yang traumatik, ibunya dihijamah dengan banyak titik hingga tak bisa jalan. Apa memang titik hijamah harus sekaligus banyak? Apakah tidak dipikirkan bagaimana respon tubuh terhadap efek infllamasi yang merangsang sel mast dalam jaringan dan semua perubahan yang menyertainya? Bahkan set poin di hipotalamus pun bisa ikut naik yang berakibat demam. Itu pula ada sebagian pasien yang mengalami demam setelah hijamah.

Antum ada pendapat lain....?


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Thursday, April 3, 2014

Kitab Referensi Bekam atau Hijamah

 
Ad-dawaa Al-'ajiib
Ad-dawaa Al-'ajiib

Foto copy buku karangan Syaikh Muhammad Amin Syaikhu ini ana dapatkan beberapa bulan yang lalu dari seorang Ikhwan. Eeee.... tak tahunya buku ini terselip di rak sejak 2010. Kasihan dia.

Kajian lebih ilmiah, terutama dari sisi ad-damawy, hematologis. Sebagai contoh, beliau bedakan antara الدم الوريدي darah intravena dan darah hijamah. Malpraktik hijamah juga tak lepas dari perhatian penulis. Waktu hijamah beliau kaji antara sebelum makan pagi, waktu pagi, posisi rembulan dengan tgl 17, bahkan ada perbedaan antarmusim.

Kajian paling banyak tentang efek hijamah terhadap berbagai aspek yang mendatangkan kesehatan manusia, dari الجهاز المناعي immunity system hingga ke beberapa manfaat hijamah untuk kasus-kasus tertentu seperti احمرار الدم وفرط الكريات الحمراء وكثرة عدد الصفيحيات (polycythemia, erythremia, essential thrombocytosis) dll.

Di akhir buku disertakan berbagai data dan hasil pemeriksaan lab, sebelum dan sesudah hijamah dan medical record dari beberapa pasien dengan beberapa kasus yang berbeda.

Banyak ilmu hijamah yang dapat dipelajari dari kitab yang diterbitkan pada tahun 1999 ini, berbobot dan akurat, apalagi dengan tebal total 496 halaman ukuran 17 x 24 cm.

Namun ada pendapat beliau yang tak sejalan tentang posisi kahil. Di buku ini ditampilkan posisi kahil yang hampir berada di bawah scapula, dextra sinistra. Jadi kata kahil yang mufrad ini tak lagi tunggal titiknya. Sementara dalam beberpa kitab syuruh hadits disebutkan posisnya di antara al-katifain, dua pundak, mujtama' al-katifain atau kata lainnya adalah al-katad, seperti yang disebutkan dalam kitab An-Nihayah fi Gharib Al-Atsar, 4/255. Wa Allah a'lam bi ash-shawab.

Wednesday, April 2, 2014

Obati Kanker Dengan Cakar Ayam

 
Daun Cakar Ayam
Daun Cakar Ayam

Perjalanan 4 jam dari rumah tak surutkan semangat ke Leuwiliang Bogor hari ini, survey lahan yang seminggu lalu gagal dilaksanakan. Dengan ketinggian sekitar 500 meter DPL, keringat masih mengucur saat keliling lahan dengan luas beberapa hektar.

Allah sudah sediakan kekayaan nabati di sekeliling kita yang tak terhitung banyaknya, tinggal petik, diolah, dijual, dibeli mereka yang membutuhkan, dan diharapkan berbarokah. Salah satu di antaranya adalah cakar ayam yang bertebaran hampir di seluruh lahan, dan juga di sekian banyak lahan sekitar yang belum tersentuh. Padahal manfaat cakar ayam amat sangat banyak, dan selama ini Assabil selalu menggunakan bahan ini untuk ramuan herba yang diberikan kepada pasien.

Karena para petani di sekitar lahan tak tahu dan juga tak mengerti, maka tanaman yang sebenarnya sangat besar manfaatnya ini justru dianggap pengganggu seperti halnya rerumputan lain yang dianggap sebagai tanaman pengganggu.

Di antara manfaat cakar ayam adalah sebagai antitoxic, antiedema, antineoplastic, hemostatic, dll. Maka orang sehat pun baik konsumsi cakar ayam untuk menghindarkan kanker, terutama kanker paru.

Kalaulah ada ikhwan dari fakultas pertanian yang menganggur dan tertarik untuk bergabung, silahkan kontak kami. Di lahan ini sudah ada sumber air sendiri, sarana prasarana lainnya.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Tuesday, April 1, 2014

Adab Dalam Perilaku

Akhlak Muslim
Akhlak Muslim

Ibnul-Mubarak berkata, “Seseorang tak tampak cerdas karena mengandalkan ilmu, selagi tidak menghiasi amalnya dengan adab.”

Al-Ahnaf berkata, “Adab adalah cahaya akal, sebagaimana nyala api yang menjadi cahaya pandangan dalam kegelapan.”

Sebagian hukama’ berkata, “Tidak ada adab kecuali dengan akal, dan tidak ada akal kecuali dengan adab.”

Dalam media diskusi ini, siapa pun boleh mengeluarkan uneg-uneg, pendapat, bantahan, sanggahan dan ide. Bahkan tak sedikit yang ikut nimbrung berpromosi. Monggo saja.

Satu saja yang perlu dipegangi, “adab”. Jika pendapat dan ide yang disampaikan dianggap tidak memperhatikan aspek “adab” oleh divisi IT, padahal sudah ada sinyal peringatan sebelumnya, maka mohon dimaafkan sebelumnya jika yang bersangkutan terkena penalty unfriend.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Sunday, March 30, 2014

Terima Kasih Atas Kebodohan Ini Ya Allah

Ilustrasi Ketidaktahuan
Ilustrasi Ketidaktahuan

Terima kasih ya Rabb, segala puji bagi-Mu dengan pujian seluas bumi dan langit-Mu, sehampar ‘Arsy-Mu yang Agung. Kau tunjukkan kebodohan demi kebodohanku walau sekian lama aku geluti Thibb Nabi-Mu. Semakin Engkau ungkap kebodohan itu, semakin nyata kebodohan itu pada hamba-Mu yang lemah. Rabbi zidni ‘ilman wa rzuqni fahman.

Kemaren, Sabtu 29 Maret 2014 aku temukan satu kombinasi sistem insisi yang semoga benar secara ijtihad. Aku bilang penemuan, karena belum aku dengar di antara praktisi hijamah yang mengetengahkan wacana ini. Aku bilang bodoh, karena setelah bertahun-tahun metode ini baru terungkap kemaren.

Subtansi dari metode ini dapat meminimalisir timbulnya scar karena insisi, walau selama ini scar itu pun tidak ada. Tapi setidaknya dengan metode ini, ada acuan anatomis yang menguatkan sistem bekam insisi.

Fa idza ‘azamta fa tawakkal ‘ala Allah. Bersemangat, bersungguh-sungguh, berkemauan yang kuat, membaca dan membaca terus, dan tak lupa tawakkal kepada Allah. Pasti Allah akan memberikan solusi. Sekira kita berazam dan istiqamah pada Sunnah Nabawi, sesuai tuntunan beliau, termasuk dalam perkara hijamah yang mungkin dianggap remeh dan dijadikan polemik, insya Allah dan haqqul-yaqin, Allah akan memberikan makhrajan.

Insya Allah metode ini akan disampaikan dalam pelatihan angkatan 124 di Assabil, 125 di Kedah Malaysia, dan jika diizinkan 126 di Thailand.

Karena metode ini baru ditemukan, kepada para alumni Assabil dapat mengikuti pelatihan pada angkatan mendatang.


الجهل = عدم المعرفة بشيء




Rabbi isyrah li shadri wa yassir lil amri wa hlul uqdatan min lisani yafqahu qauli.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Friday, March 28, 2014

Malpraktik Bekam Insisi atau Bekam Sayatan - Bagian 6

Ilustrasi
Malpraktik bekam insisi ini dikonsentrasikan pada munculnya scar, kerusakan jaringan kulit sebagai akibat karena insisi terlalu dalam dan tidak sealur dengan cutis langer, di samping sebab-sebab lain.

Secara personality, scar terjadi karena keminiman pengetahuan pelaku tentang anatomi kulit dan tidak adanya profesionalitas dalam pelaksanaan insisi. Sehingga ada seorang penghijamah yang “mencoba” memasang bisturi ke scalpel/scapel, kulitnya justru berdarah-darah karena tertusuk ujung bisturi. Ini baru praktik penguasaan alat, belum ke praktikum insisi.

Scar juga terjadi karena alat insisi yang tidak steril seperti silet cukur, di samping antisepsi kulit prainsisi yang jauh dari standar medis. Perilaku pembekam yang juga mengabaikan prinsip-prinsip steril dan ketidaktahuan tentang PPI bekam juga punya andil.

Kemudian malpraktik bekam insisi ini dijadikan alasan oleh pihak kontra bekam insisi untuk menghindari, menjauhi, mendiskrediktkan dan menyerang bekam insisi, lalu secara sepihak dibuat kesimpulan bahwa bekam yang paling baik adalah bekam tusukan karena bla bla bla, bukan bekam insisi. Bahkan ada juga yang berani mengklaim, maksudnya benar-benar ada, bahwa bekam yang Nabawi adalah bekam tusukan jarum. Padahal man kadzaba alayya muta’ammidan.... siapa yang buat kedustaan atas namaku (Rasulullah), silahkan ambil tempat duduknya dari api neraka.

Tentang ketakutan pasien terhadap bekam insisi, sudah masuk ke ranah lain karena status mereka yang pasif dan hanya menerima, yang seratus persen terlepas dari perkara profesionalitas. Maka ketakutan mereka juga sangat tergantung dari profesionalitas pembekam dalam mengelola psikologi pasien dan kecenderungan macam mana yang ia lakoni.

Tentang SOP di ABI, maka sebagai lembaga yang menaungi semua pembekam, punya tugas mulia mengakomodir semua versi. Ketua majis syuro dan semua anggotanya berada di barisan paling depan untuk mengawalnya. Tapi sebagai pribadi, maka siapa pun harus tampil sebagai seorang Muslim yang istiqamah melaksanakan Sunnah Nabawi.

Sekali lagi, bekam insisi yang mengalami malpraktik dan mengakibatkan scar, murni karena pembekamnya yang sama sekali tidak profesional. Karena itulah untuk menghindari malpraktik ini sejak awal kami temukan solusinya dengan metode Algophobila Shock Therapy for Incision (ASTFI). Buktinya? Lebih dari 21.000 alumni LKP Assabil sudah mempraktikkannya. Gambarannya, dengan warna kulit normal, antisepsi yang baik dan insisi tipis, rata-rata hari keempat pascabekam, bekas insisi sama sekali tidak tampak.

Ketidaktahuan dan ketidakmampuan individual tentang metode insisi yang baik, dimohon tidak dijadikan alasan penolakan metode insisi, karena itu subyektif. Tentang hal-hal yang berkait dengan teknis, seperti STPT, oknum dinkes yang menolak bisturi, kepmenkes Nomor 1076/MENKES/SK/VII/2003 Bab V pasal 16 ayat 1 dan 2, atau mungkin kendala rekomendasi dari ABI, boleh konsultasi via inbox. Insya Allah aneka prosedur dan bayangan kesulitan sudah dilewati dan tak ada masalah asal punya sedikit kecerdasan. Bahkan Assabil didorong Dinkes untuk naik ke jenjang Klinik Pratama atau Utama, dan dalam proses untuk itu.

Insya Allah di bagian mendatang disampaikan sebagian uraian dalam kitab-kitab kuning kategori syuruh. Agar sinar matahari yang sudah tampak terang semakin terang bagi mereka yang mengharap hidayah Allah. Dan, dan jika antum punya materi ini, monggo di-share pula di Meddis (Media Diskusi) bekam. Karena sampai edisi kelima kemaren, diskusi masih mengandalkan daya pikir dan belum menyentuh ke kajian yang lebih Nabawi.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi