Thursday, October 2, 2014

Menaklukkan Bapak Dubes

MENAKLUKKAN BAPAK DUBES
ilustrasi diplomasi
Ilustrasi Diplomasi

Hari ini pk 14.30 kedatangan tamu, dubes salah satu negara TimTeng. Berbincang beberapa tema, beberapa buku Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim dan beberapa hal, ternyata beliau belum pernah bekam. Keluhan, penyakit dah ditulis di MR. Eeee... ternyata beliau tak mau hijamah, tànpa alasan yg jelas, tapi yg jelas beliau dalam keadaan shoim.
Keengganan pasien untuk dibekam justru mengundang rangsang untuk menundukkannya. Bujuk punya bujuk melalui beberapa hadits Nabawi dan bujukan2 lain, akhirnya beliau menyerah, siap dibekam. Syaratnya, urid fadhilatak alladzi tuhajimuni. Thayyib, ra po po.
Alhamdulillah 5 titik berhasil dilaksanakan dengan aman.
Satu kepuasan tersendiri dapat "menaklukkan" Bapak duta besar dari satu negara, yg awalnya tak mau dihijamah hingga berkenan mencicipi pengobatan paling ideal ini.
Semoga kisah hari ini menjadi inspirasi bagi Ikhwan pembekam untuk istiqamah berdakwah.
Bagaimana kisah antum?

Wednesday, October 1, 2014

Arafah.. Oh Arafah

ARAFAH
padang arafah
Padang Arafah dilihat dari atas

Arafah adalah nama tempat dan waktu.
Arafah sebagai tempat adalah padang luas di sisi timur kota Makkah. Hujjaj melaksanakan inti haji yakni wuquf harus di Arafah, dengan batas-batas yang jelas.
Arafah sebagai waktu adalah pelaksanaan wuquf pada 9 Dzulhijjah, ketika para hujjaj melaksanakan inti haji, wuquf di sana, tidak tanggal 8 tidak pula tanggal 10 Dzulhijjah, apalagi selain itu.
Kaum Muslimin yang tidak menunaikan haji, disunnahkan berpuasa, bertepatan dengan hujjaj yang sedang wuquf di Arafah, yang disebut puasa Arafah, tidak sebelumnya dan tidak pula sesudahnya.
Esoknya tanggal 10 Dzulhijjah, hujjaj mendirikan shalat subuh di Muzdalifah, menghadap kiblat, bertahmid, bertakbir dan bertahlil, lalu berangkat menuju Mina sambil bertalbiyah, dan juga mengambil kerikil di Muzdalifah untuk melempar jamrah.
Kaum Muslimin yang tidak menunaikan haji, melaksanakan shalat Idul Adhha dan menyembelih kurban. Maka 10 Dzulhijjah juga disebut yaum an-nahr.
Ini semua merupakan rentetan yang berurutan dan tertib, seperti urutan dan tertib wudhu' atau shalat. Terjadinya perbedaan penetapan hari puasa Arafah dan Idul-Adhha, karena Arafah tidak dipahami sebagai nama tempat dan waktu secara bersamaan, urut dan tertib, dan juga menurut urutan dan tertib pelaksanaan manasik haji.
Di dunia ini, nama Arafah sebagai tempat hanya ada satu, dan waktunya pun hanya satu hari saja. Mestinya yaum Arafah dapat menjadi inspirasi penyatu semua ummat Islam, lintas bangsa lintas negara.
Bagaimana menurut pendapat Antum?

Sunday, September 28, 2014

Sterilisasi Gelas Kop Bekam

STERILISASI GELAS KOP BEKAM
Kop Bekam
Kop Bekam
Selama safari kali ini, Jakarta, Solo, Ponorogo, Banyuwangi, secara kebetulan kami bertemu beberapa pengisah cara mensteril gelas kop bekam. Mayorits informasi dari para pasien, dan mereka mendapatkan penjelasan dari pembekamnya. Mereka tuturkan dua cara: Semprot dengan alkohol, dan kedua mengguyurkan air panas ke gelas kop setelah dicuci dengan sabun. Boleh jadi dua cara inilah paling banyak yang dilakukan para pembekam, yang mereka sebut itu sudah proses sterilisasi.
Dua cara ini termasuk sebagian tahapan proses pencegahan dan penanggulangan infeksi. Karena itulah dalam pelatihan level awal di Assabil ada modul PPIB (Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi Bekam).
Kami undang antum semua untuk berkomentar, cukup tidakkah dua cara di atas? Aman tidakkah dua ara di atas?
Atau boleh juga bergabung dalam pelatihan bekam di Assabil angkatan 126. Tafaddhol ditunggu info berikutnya pada tanggal 1 Oktober 2104.

Monday, September 22, 2014

INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)

INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)
INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)
INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)
Dengan rahmat Allah telah lahir International Islamic Medicine Foundation disingkat IIMF pada tanggal 20 September 2014 di Islamic Center Bekasi, dengan ketua formatur Ust, Hakimuddin dan wakilnya Ust. Hamid Arif.
Ini baru nama sementara, di samping ada dua alternative nama lain yang akan digodok team foramtur. Insya Allah akan lebih diperkuat dengan melibatkan semua unsur kekuatan pengusung dakwah Thibb Nabawi, dimana pun dan siapa pun, di Indonesia dan beberapa Negara Islam lainnya.
Embrio ini bermula dari sebab umum berupa kegerahan dan kegundahan batiny beberapa ikhwan pendakwah Thibb Nabawi. Kemudian mengerucut menjadi ghairah (kecemburuan) Islamiyah yang terusik khususnya di bidang pengobatan, thibb, medicine. Jika di sana ada TCM, Unani medicine, Ayurveda, lalu mengapa Islamic Medicine tenggelam di dalam perut bumi? Jangan-jangan sulalah min thin pun belum terbentuk.
Sebab khususnya?
Juga tak lepas dari kegerahan sebagian Ikhwan melihat fenomena, bahwa memang banyak pendakwah Thibb Nabawi, tapi dalam scope individu, group, kelompok kecil, dan kelembagaan parsialistik. Semua sudah aktif dan bergerak, tapi cenderung terbatas. Bahasa lebih natural, semua berjalan sendiri-sendiri. Ini semua juga positif dan barakah insya Allah.
Lalu?
Perlu trigger, one moment and a good opportunity. Perlu satu pintu atau jendela, tak perlu pintu gerbang untuk ke sana. Yang pasti, rumah Thibb Nabawi perlu ada untuk membangun mercusuar kebersamaan di atasnya. Bukan saja local tapi internasional. Dengan kebersamaan insya Allah akan tampak lebih indah.
Maka dipilihlah moment seminar DISCOVERY OF BEKAM sebagai pintu atau jendela ke sana, sebagai trigger. Alhamdulillah gagasan ini berjalan mulus dan berhasil, walau terdapat satu dua kekurangan dalam pelaksanaannya. Tapi dengan kelahiran IIMF ini dan juga berdirinya Ikatan LKP Bekam Indonesia, boleh dibilang tingkat keberhasilan momentum ini mencapai 100%. Sesuai dengan gagasan semula yang sudah dicanangkan jauh-jauh hari.
Jazakum Allah khairan aktsiran ana ucapkan kepada semua Ikhwah yang telah menyempatkan diri hadir pada acara tersebut, tanpa kecuali, dan mohon maaf atas segala kekurangan. Bagi yang belum bergabung, dimohon untuk segera merapatkan barisan.
Mohon masukan, input, usulan, sumbang saran, termasuk kritik positif untuk mengokohkan embrio IIMF ini.

Friday, September 19, 2014

Hijama Lines Incision

HIJAMA LINES INCISION (HLI)
Hijama Lines Incision

Praktik bekam bisa dibuat kelas ecek-ecek, toh kerja intinya ngekop dan mengeluarkan darah. Nyaris siapa pun dapat melakukannya. Tapi bagi orang lain, justru praktik bekam ini sangat komplek. Tak heran kemudian muncul aneka malpraktik bekam, seperti lumpuh setelah bekam, muncul scar atau jaringan parut di kulit akiba torehan yang asal-asalan, dll.

Team Assabil tak pernah diam mencari terobosan,berinovasi dan menggali pengetahuan baru tentang bekam. Yang terbaru dan paling gres adalah perubahan arah insisi atau torehan. Disebut inovasi, karena belum ada seorang pun yang mewacanakannya. Disebut perubahan, berarti ada penggantian dari system sebelumnya ke system baru.

Nah, di antara inovasi terbaru adalah Hijama Lines Incision atau HLI. Maksudnya adalah ketepatan arah torehan bekam berdasarkan topologi jaringan kulit, menurut arah salur-salur di permukaan kulit dan pengelompokannya.

HLI inilah refresh materi pelatihan yang akan disampaikan pada Ahad 21 September 2014 dalam rentetan seminar DISCOVERY OF BEKAM di Islamic Center Bekasi. Alumni Assabil yang tak ikut tentu akan ketinggalan kesempatan emas. Bagi nonalumni Asssabil juga boleh mengikutinya, karena ini benar-benar tawaran pengetahuan baru.

Inilah di antara contoh arah torehan bekam di wajah. HLI lainnya akan disampaikan pada acara tersebut.

Sunday, April 6, 2014

Bekam Insisi dan Bekam Jarum - Bagian 7

Substansi Kulit
Substansi Kulit

Benar seperti usulan seorang Ikhwan, diskusi bekam metode insisi dan tusukan harus dihentikan, tak ada gunanya diperpanjang. Tapi tunggu dulu, berhentinya di jalur mana? Sebab jika menyangkut iman, tak terasa ternyata kita bisa berada di luar jalur iman.

Karena kita mengusung Thibb Nabawi atau Thibb Islami, tentu harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam perkara hijamah, kita kembalikan kepada Sunnah Nabi yang sudah sangat terang, seterang sinar matahari di siang hari bagi orang yang dapat melihat. Jadi, iman ini merupakan kunci pertama. Sementara kunci kedua terletak pada kata “syarthah mihjam” torehan, sayatan, insisi alat bekam.

Dalam hadits yang lalu sudah disampaikan matan “syarthoh mihjam” dan tak ada kata lain dalam sistem pengeluaran darah hijamah yang disebutkan di seluruh hadits dan kitab-kitab syuruh kecuali dengan metode syarthoh.

Dalam kamus Al-Mawrid disebutkan makna syarthoh adalah hyphent ( - ), tanda baca yang biasanya disebut strip, yaitu bentuk yang menggaris. Kata kerjanya syaratha, berarti incese, menyayat, menoreh. Dalam Kitab Kamus modern lain disebutkan makna syaqqa, artinya membelah, mengiris. Bentuk sayatan, torehan, belahan dan irisan beda dengan tusukan yang membentuk titik.

Dalam kitab Mirqatul-Mafatih dalam Bab Kitab Ath-Thibb war-Ruqa disebutkan pengertian syarthoh yang merupakan bentuk fa’lah, artinya asy-syaqq, membelah, mengiris. Dalam kitab Faidhul-Qadir, Al-Imam Al-Qurthuby menjelaskan makna syarthoh mihjam adalah al-hadidah al-lati yusyrotu biha, pisau besi yang digunakan untuk menyayat. Ini hanya sebagian kecil dari hamparan uraian kata ini dalam kitab-kitab hadits.

Kata syarthoh ini dikuatkan lagi dengan uraian lain bahwa alat yang digunakan dalam proses hijamah Nabawi adalah syafrah, yakni as-sikkin, pisau.

Dengan cara berpikir bodoh-bodohan saja, sepertinya Rasulullah tak sembarangan memilih metode syarthoh. Ada hikmah, ada rahasia yang sangat besar dari pemilihan metode ini. Padahal zaman beliau pun sudah ada jarum. Kalaulah kemudian pada saat ini muncul tafsir “yang penting keluar darah”, maka tak tahu apakah tafsir ini juga atas dasar pemikiran bodoh-bodohan saja?

Sehubungan dengan masalah-masalah teknis, terutama sandungan undang-undang penggunaan alat kedokteran, maka sebenarnya sandungan tidak hanya itu saja. Seorang ikhwan di Blora pernah kesandung masalah serupa hingga ke meja hijau. Namun alhamdulillah dapat dituntaskan berkat bantuan teman-teman yang lain. Bahkan kata “pasien” pun “haram” digunakan kecuali oleh kalangan medis. Lalu antum bicara atas nama siapa dan mewakili siapa? Jelasnya, membela siapa dan menyerang siapa? Alhamdulillah, dua kali mengurus STPT, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan serta sekali dalam survey keamanan bekam, semua lancar-lancar saja. Bahkan Dinkes Jaksel anjurkan Assabil untuk ditingkatkan status menjadi klinik. Kalaulah masalah undang-undang ini pun tetap menjadi sandungan, ada cara lain yang tak perlu diungkap di sini.

Kesimpulan:

  1. Jika Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan suatu perkara, tak ada lagi pilihan lain bagi Mukmin dan Mukminah dalam urusan mereka (Al-Ahzab: 36)
  2. Kata syarthoh mihjam, merupakan jenis kata zhahir dan bukan musykil. Maknanya sudah langsung dapat dipahami dan tidak ada yang tersamar.
  3. Penjelasan dalam kitab-kitab syuruh hadits juga amat gamblang
  4. Terkadang kepentingan tertentu dapat mengalihkan seseorang dari poin satu
  5. Ketidaktahuan tentang sesuatu tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak sesuatu itu. Solusinya keluar dari ketidaktahuan (kebodohan).
  6. Hal-hal yang terkait dengan alat insisi, metodenya, termasuk efek buruknya, sandungan undang-undang alat kedokteran, izin, legalitas, merupakan perkara-perkata teknis, dan masalah-masalah teknis seperti inilah yang terkadang dibuat alat pengalih dari inti.
  7. Ada kajian anatomis fisiologis di balik metode syarthah ini, yang njlimet, berat dan insya Allah tak ringan. Tunggu sebagian uraiannya di bagian mendatang. Uraian lengkap hingga mekenismenya dan ilustrasi gambarnya akan diungkap habis di buku yang masih dalam proses, lengkap dengan nilai tekanan hidrostatik kapiler ujung arteri, tekanan hidrostatik interstisial, tekanan osmotik plasma, dan tekanan osmotik interstisial, sehingga diketahui gaya total yang menyebabkan cairan berpindah dari kapiler ujung arteri menuju jaringan interstisial. Begitu pula nilai tekanan hidrostatik kapiler ujung vena sehingga diketahui nilai gaya total sebesar 7 mmHg yang menyebabkan cairan berpindah dari jaringan interstisial menuju kapiler ujung vena, dalam kondisi hemostatis
  8. Optimalisasi mekanisme ini hanya terjadi dengan bekam metode syarthoh mengenai kapiler, bukan dengan tusukan jarum yang ujungnya mengenai arteriol, venule, arteri atau vena muskularis kecil, yang membuat darah yang keluar lebih banyak darah normal.

Wa Allah a'lam bi ash-shawab. Yang benar datang dari Allah, yang salah berasal dari diri yang lemah ini.