Saturday, October 11, 2014

Pelatihan Bekam Dasar Angkatan 127

PELATIHAN BEKAM TINGKAT DASAR ANGKATAN 127

Insya Allah LKP Assabil yang pertama memiliki izin penyelenggaraan pelatihan khusus bekam dan sudah memiliki NILEK ( 01204.4.1.0001./55 ) akan menyelenggarakan kursus dan pelatihan bekam professional level satu dan dua, angkatan ke-127.
Materi Pelatihan:
  1. Pretest
  2. Aspek dan landasan hukum
  3. Pengantar Thibb Nabawi
  4. Pengantar hijamah
  5. Hadits-hadits hijamah
  6. Cupping, kulit dan darah
  7. Titik-titik Nabawi
  8. Kontraindikasi, larangan dan kegawatdaruratan 
  9. Malpraktik dan aspek resiko 
  10. Waktu bekam, puasa, upah hijamah dan ruqyah syar’iyyah
  11. Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi Bekam
  12. Penanganan limbah B3 hijamah
  13. Pengantar bagi calon penghijamah
  14. Penjelasan Anatomi Hijamah Titik-titik bekam
  15. Penjelasan instrument
  16. Uraian titik-titik bekam
  17. Aplikasi dan demo semua titik hijamah
  18. Hijamah Lines Incision 
  19. Inhibisi taktil
  20. Praktikum tahap pertama
  21. Praktikum tahap kedua
  22. Post test

Pengetahuan dan ketrampilan yang didapatkan peserta:
  1. Memahami semua pengetahuan dasar tentang hijamah dari A sampai Z tanpa kecuali.
  2. Langsung mampu mempraktikkan hijamah terhadap teman dan keluarga dekat.
  3. Mampu membedakan standar bekam steril dan tidak steril.
  4. Mampu mempraktikkan standar operating prosedur bekam steril.
  5. Memiliki kewaspadaan standar melindungi diri sendiri dan orang lain dari penularan penyakit yang diakibatkan oleh tindakan bekam.
  6. Memahami dan mengaplikasikan titik-titik Nabawi berdasarkan akurasi hadits shahih.
  7. Memiliki kemampuan dasar untuk menetapkan titik-titik bekam yang terukur berdasarkan kasus perkasus.
  8. Memahami faktor-faktor resiko pengobatan bekam.

Keuntungan peserta pascapelatihan:
  1. Dapat magang di Assabil.
  2. Dapat mengikuti program pelatihan versi baru di Assabil untuk level tiga dan seterusnya.
  3. Konsultasi pascapelatihan.
Fasilitas Pelatihan:
  1. Ruangan ber-AC dengan daya tampung 60 orang.
  2. Diktat pelatihan level satu.
  3. Alat-alat bekam.
  4. Poster Anatomi Hijamah dan buku
  5. Makan siang dan malam serta snack
  6. Surat Tanda Selesai Belajar (STSB) versi pertama dikeluarkan semetara oleh LKP Assabil, dan STSB kedua (menunggu) yang ditandatangani Kasubdit Dikmen Jakarta Selatan dan berhologram ABI.
  7. Penunjang alat-alat praktikum lengkap.

Waktu Pelaksanaan:

Jum’at, Sabtu, Ahad, 31 Oktober - 2 Nopember 2014
Jum’at, mulai 13.00 hingga 17.30
Sabtu, mulai 08.00 hingga 17.30
Ahad, mulai 08.00 hingga 21.00
Kontribusi:
Rp 1.300.000
1. Dua puluh pendaftar pertama mendapatkan potongan biaya Rp 300.000,-. Caranya: Menstranfer Rp. 500.000 ke rekening BCA: 4361746001 a/n Kathur Suhardi, sisanya (Rp. 500.00) dibayar saat pelatihan.
2. Pendaftar ke-21 dan seterusnya membayar penuh senilai Rp 1.300.000,-.

Friday, October 3, 2014

Tumor Payudara Dibekam Di Titik Tersebut ?

TUMOR DI PAYUDARA LANGSUNG DIBEKAM DI TITIK TERSEBUT

Hari ini ada pasien akhawat dari Tangerang, kedatangan kedua setelah 2 minggu, usia 31 tahun. kasus tumor di payudara kanan posisi jam 12, 3 cm dari niple, muncul Juli 2014. Awalnya sebesar 1 cm. Tapi setelah dibekam di daerah Bitung jutsru membesar jadi 3 cm. Pasalnya, pembekaman langsung di bagian tumor. Sebenarnya pasien sudah mau menolak dan mengingatkan hal ini. Tapi pembekamnya ngeyel, tak apa-apa, kami sudah biasa melakukannya begini. Begitu kilahnya.
Masih menurut suami pasien, di tempat bekam tersebut sudah ada beberapa sertifikat pelatihan bekam. Semoga tak ada STSB Assabil, karena titik bekam langsung di tumor atau massa merupakan salah satu kontraidikasi titik bekam yang sudah diajarkan sejak awal, dan merupakan bahan ajar baku.
Ijtihad kami secara patologis dan juga dikuatkan pengalaman. Artinya, sejak lama kami mendapatkan limpahan pasien yang dibekam di tempat lain dengan kasus yang sama, bukannya mengecil atau sembuh, tapi justru membesar dan bahkan ada yang bernanah di bagian tumornya.
Dalam salah satu modul pelatihan di Assabil, kasus ini termasuk dalam modul kontraindikasi dan malpraktik bekam. Di samping kasus-kasus yang lain tentunya. Tujuannya, agar peserta didik mengetahui berbagai macam jenis kontraindikasi dan malpraktik bekam, sehingga dapat menghindarkan efek negatif dari pengobatan bekam. Bukannya kesembuhan yang didapat pasien, tapi justru penyakit di atas penyakit.
Antum boleh juga share pengalaman dan pengetahuan serupa, sebagai pasien atau sebagai pembekam di Fanspage Ust Kathur

Thursday, October 2, 2014

Menaklukkan Bapak Dubes

MENAKLUKKAN BAPAK DUBES
ilustrasi diplomasi
Ilustrasi Diplomasi

Hari ini pk 14.30 kedatangan tamu, dubes salah satu negara TimTeng. Berbincang beberapa tema, beberapa buku Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim dan beberapa hal, ternyata beliau belum pernah bekam. Keluhan, penyakit dah ditulis di MR. Eeee... ternyata beliau tak mau hijamah, tànpa alasan yg jelas, tapi yg jelas beliau dalam keadaan shoim.
Keengganan pasien untuk dibekam justru mengundang rangsang untuk menundukkannya. Bujuk punya bujuk melalui beberapa hadits Nabawi dan bujukan2 lain, akhirnya beliau menyerah, siap dibekam. Syaratnya, urid fadhilatak alladzi tuhajimuni. Thayyib, ra po po.
Alhamdulillah 5 titik berhasil dilaksanakan dengan aman.
Satu kepuasan tersendiri dapat "menaklukkan" Bapak duta besar dari satu negara, yg awalnya tak mau dihijamah hingga berkenan mencicipi pengobatan paling ideal ini.
Semoga kisah hari ini menjadi inspirasi bagi Ikhwan pembekam untuk istiqamah berdakwah.
Bagaimana kisah antum?

Wednesday, October 1, 2014

Arafah.. Oh Arafah

ARAFAH
padang arafah
Padang Arafah dilihat dari atas

Arafah adalah nama tempat dan waktu.
Arafah sebagai tempat adalah padang luas di sisi timur kota Makkah. Hujjaj melaksanakan inti haji yakni wuquf harus di Arafah, dengan batas-batas yang jelas.
Arafah sebagai waktu adalah pelaksanaan wuquf pada 9 Dzulhijjah, ketika para hujjaj melaksanakan inti haji, wuquf di sana, tidak tanggal 8 tidak pula tanggal 10 Dzulhijjah, apalagi selain itu.
Kaum Muslimin yang tidak menunaikan haji, disunnahkan berpuasa, bertepatan dengan hujjaj yang sedang wuquf di Arafah, yang disebut puasa Arafah, tidak sebelumnya dan tidak pula sesudahnya.
Esoknya tanggal 10 Dzulhijjah, hujjaj mendirikan shalat subuh di Muzdalifah, menghadap kiblat, bertahmid, bertakbir dan bertahlil, lalu berangkat menuju Mina sambil bertalbiyah, dan juga mengambil kerikil di Muzdalifah untuk melempar jamrah.
Kaum Muslimin yang tidak menunaikan haji, melaksanakan shalat Idul Adhha dan menyembelih kurban. Maka 10 Dzulhijjah juga disebut yaum an-nahr.
Ini semua merupakan rentetan yang berurutan dan tertib, seperti urutan dan tertib wudhu' atau shalat. Terjadinya perbedaan penetapan hari puasa Arafah dan Idul-Adhha, karena Arafah tidak dipahami sebagai nama tempat dan waktu secara bersamaan, urut dan tertib, dan juga menurut urutan dan tertib pelaksanaan manasik haji.
Di dunia ini, nama Arafah sebagai tempat hanya ada satu, dan waktunya pun hanya satu hari saja. Mestinya yaum Arafah dapat menjadi inspirasi penyatu semua ummat Islam, lintas bangsa lintas negara.
Bagaimana menurut pendapat Antum?

Sunday, September 28, 2014

Sterilisasi Gelas Kop Bekam

STERILISASI GELAS KOP BEKAM
Kop Bekam
Kop Bekam
Selama safari kali ini, Jakarta, Solo, Ponorogo, Banyuwangi, secara kebetulan kami bertemu beberapa pengisah cara mensteril gelas kop bekam. Mayorits informasi dari para pasien, dan mereka mendapatkan penjelasan dari pembekamnya. Mereka tuturkan dua cara: Semprot dengan alkohol, dan kedua mengguyurkan air panas ke gelas kop setelah dicuci dengan sabun. Boleh jadi dua cara inilah paling banyak yang dilakukan para pembekam, yang mereka sebut itu sudah proses sterilisasi.
Dua cara ini termasuk sebagian tahapan proses pencegahan dan penanggulangan infeksi. Karena itulah dalam pelatihan level awal di Assabil ada modul PPIB (Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi Bekam).
Kami undang antum semua untuk berkomentar, cukup tidakkah dua cara di atas? Aman tidakkah dua ara di atas?
Atau boleh juga bergabung dalam pelatihan bekam di Assabil angkatan 126. Tafaddhol ditunggu info berikutnya pada tanggal 1 Oktober 2104.

Monday, September 22, 2014

INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)

INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)
INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)
INTERNATIONAL ISLAMIC MEDICINE FOUNDATION (IIMF)
Dengan rahmat Allah telah lahir International Islamic Medicine Foundation disingkat IIMF pada tanggal 20 September 2014 di Islamic Center Bekasi, dengan ketua formatur Ust, Hakimuddin dan wakilnya Ust. Hamid Arif.
Ini baru nama sementara, di samping ada dua alternative nama lain yang akan digodok team foramtur. Insya Allah akan lebih diperkuat dengan melibatkan semua unsur kekuatan pengusung dakwah Thibb Nabawi, dimana pun dan siapa pun, di Indonesia dan beberapa Negara Islam lainnya.
Embrio ini bermula dari sebab umum berupa kegerahan dan kegundahan batiny beberapa ikhwan pendakwah Thibb Nabawi. Kemudian mengerucut menjadi ghairah (kecemburuan) Islamiyah yang terusik khususnya di bidang pengobatan, thibb, medicine. Jika di sana ada TCM, Unani medicine, Ayurveda, lalu mengapa Islamic Medicine tenggelam di dalam perut bumi? Jangan-jangan sulalah min thin pun belum terbentuk.
Sebab khususnya?
Juga tak lepas dari kegerahan sebagian Ikhwan melihat fenomena, bahwa memang banyak pendakwah Thibb Nabawi, tapi dalam scope individu, group, kelompok kecil, dan kelembagaan parsialistik. Semua sudah aktif dan bergerak, tapi cenderung terbatas. Bahasa lebih natural, semua berjalan sendiri-sendiri. Ini semua juga positif dan barakah insya Allah.
Lalu?
Perlu trigger, one moment and a good opportunity. Perlu satu pintu atau jendela, tak perlu pintu gerbang untuk ke sana. Yang pasti, rumah Thibb Nabawi perlu ada untuk membangun mercusuar kebersamaan di atasnya. Bukan saja local tapi internasional. Dengan kebersamaan insya Allah akan tampak lebih indah.
Maka dipilihlah moment seminar DISCOVERY OF BEKAM sebagai pintu atau jendela ke sana, sebagai trigger. Alhamdulillah gagasan ini berjalan mulus dan berhasil, walau terdapat satu dua kekurangan dalam pelaksanaannya. Tapi dengan kelahiran IIMF ini dan juga berdirinya Ikatan LKP Bekam Indonesia, boleh dibilang tingkat keberhasilan momentum ini mencapai 100%. Sesuai dengan gagasan semula yang sudah dicanangkan jauh-jauh hari.
Jazakum Allah khairan aktsiran ana ucapkan kepada semua Ikhwah yang telah menyempatkan diri hadir pada acara tersebut, tanpa kecuali, dan mohon maaf atas segala kekurangan. Bagi yang belum bergabung, dimohon untuk segera merapatkan barisan.
Mohon masukan, input, usulan, sumbang saran, termasuk kritik positif untuk mengokohkan embrio IIMF ini.

Friday, September 19, 2014

Hijama Lines Incision

HIJAMA LINES INCISION (HLI)
Hijama Lines Incision

Praktik bekam bisa dibuat kelas ecek-ecek, toh kerja intinya ngekop dan mengeluarkan darah. Nyaris siapa pun dapat melakukannya. Tapi bagi orang lain, justru praktik bekam ini sangat komplek. Tak heran kemudian muncul aneka malpraktik bekam, seperti lumpuh setelah bekam, muncul scar atau jaringan parut di kulit akiba torehan yang asal-asalan, dll.

Team Assabil tak pernah diam mencari terobosan,berinovasi dan menggali pengetahuan baru tentang bekam. Yang terbaru dan paling gres adalah perubahan arah insisi atau torehan. Disebut inovasi, karena belum ada seorang pun yang mewacanakannya. Disebut perubahan, berarti ada penggantian dari system sebelumnya ke system baru.

Nah, di antara inovasi terbaru adalah Hijama Lines Incision atau HLI. Maksudnya adalah ketepatan arah torehan bekam berdasarkan topologi jaringan kulit, menurut arah salur-salur di permukaan kulit dan pengelompokannya.

HLI inilah refresh materi pelatihan yang akan disampaikan pada Ahad 21 September 2014 dalam rentetan seminar DISCOVERY OF BEKAM di Islamic Center Bekasi. Alumni Assabil yang tak ikut tentu akan ketinggalan kesempatan emas. Bagi nonalumni Asssabil juga boleh mengikutinya, karena ini benar-benar tawaran pengetahuan baru.

Inilah di antara contoh arah torehan bekam di wajah. HLI lainnya akan disampaikan pada acara tersebut.

Sunday, April 6, 2014

Bekam Insisi dan Bekam Jarum - Bagian 7

Substansi Kulit
Substansi Kulit

Benar seperti usulan seorang Ikhwan, diskusi bekam metode insisi dan tusukan harus dihentikan, tak ada gunanya diperpanjang. Tapi tunggu dulu, berhentinya di jalur mana? Sebab jika menyangkut iman, tak terasa ternyata kita bisa berada di luar jalur iman.

Karena kita mengusung Thibb Nabawi atau Thibb Islami, tentu harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam perkara hijamah, kita kembalikan kepada Sunnah Nabi yang sudah sangat terang, seterang sinar matahari di siang hari bagi orang yang dapat melihat. Jadi, iman ini merupakan kunci pertama. Sementara kunci kedua terletak pada kata “syarthah mihjam” torehan, sayatan, insisi alat bekam.

Dalam hadits yang lalu sudah disampaikan matan “syarthoh mihjam” dan tak ada kata lain dalam sistem pengeluaran darah hijamah yang disebutkan di seluruh hadits dan kitab-kitab syuruh kecuali dengan metode syarthoh.

Dalam kamus Al-Mawrid disebutkan makna syarthoh adalah hyphent ( - ), tanda baca yang biasanya disebut strip, yaitu bentuk yang menggaris. Kata kerjanya syaratha, berarti incese, menyayat, menoreh. Dalam Kitab Kamus modern lain disebutkan makna syaqqa, artinya membelah, mengiris. Bentuk sayatan, torehan, belahan dan irisan beda dengan tusukan yang membentuk titik.

Dalam kitab Mirqatul-Mafatih dalam Bab Kitab Ath-Thibb war-Ruqa disebutkan pengertian syarthoh yang merupakan bentuk fa’lah, artinya asy-syaqq, membelah, mengiris. Dalam kitab Faidhul-Qadir, Al-Imam Al-Qurthuby menjelaskan makna syarthoh mihjam adalah al-hadidah al-lati yusyrotu biha, pisau besi yang digunakan untuk menyayat. Ini hanya sebagian kecil dari hamparan uraian kata ini dalam kitab-kitab hadits.

Kata syarthoh ini dikuatkan lagi dengan uraian lain bahwa alat yang digunakan dalam proses hijamah Nabawi adalah syafrah, yakni as-sikkin, pisau.

Dengan cara berpikir bodoh-bodohan saja, sepertinya Rasulullah tak sembarangan memilih metode syarthoh. Ada hikmah, ada rahasia yang sangat besar dari pemilihan metode ini. Padahal zaman beliau pun sudah ada jarum. Kalaulah kemudian pada saat ini muncul tafsir “yang penting keluar darah”, maka tak tahu apakah tafsir ini juga atas dasar pemikiran bodoh-bodohan saja?

Sehubungan dengan masalah-masalah teknis, terutama sandungan undang-undang penggunaan alat kedokteran, maka sebenarnya sandungan tidak hanya itu saja. Seorang ikhwan di Blora pernah kesandung masalah serupa hingga ke meja hijau. Namun alhamdulillah dapat dituntaskan berkat bantuan teman-teman yang lain. Bahkan kata “pasien” pun “haram” digunakan kecuali oleh kalangan medis. Lalu antum bicara atas nama siapa dan mewakili siapa? Jelasnya, membela siapa dan menyerang siapa? Alhamdulillah, dua kali mengurus STPT, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan serta sekali dalam survey keamanan bekam, semua lancar-lancar saja. Bahkan Dinkes Jaksel anjurkan Assabil untuk ditingkatkan status menjadi klinik. Kalaulah masalah undang-undang ini pun tetap menjadi sandungan, ada cara lain yang tak perlu diungkap di sini.

Kesimpulan:

  1. Jika Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan suatu perkara, tak ada lagi pilihan lain bagi Mukmin dan Mukminah dalam urusan mereka (Al-Ahzab: 36)
  2. Kata syarthoh mihjam, merupakan jenis kata zhahir dan bukan musykil. Maknanya sudah langsung dapat dipahami dan tidak ada yang tersamar.
  3. Penjelasan dalam kitab-kitab syuruh hadits juga amat gamblang
  4. Terkadang kepentingan tertentu dapat mengalihkan seseorang dari poin satu
  5. Ketidaktahuan tentang sesuatu tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak sesuatu itu. Solusinya keluar dari ketidaktahuan (kebodohan).
  6. Hal-hal yang terkait dengan alat insisi, metodenya, termasuk efek buruknya, sandungan undang-undang alat kedokteran, izin, legalitas, merupakan perkara-perkata teknis, dan masalah-masalah teknis seperti inilah yang terkadang dibuat alat pengalih dari inti.
  7. Ada kajian anatomis fisiologis di balik metode syarthah ini, yang njlimet, berat dan insya Allah tak ringan. Tunggu sebagian uraiannya di bagian mendatang. Uraian lengkap hingga mekenismenya dan ilustrasi gambarnya akan diungkap habis di buku yang masih dalam proses, lengkap dengan nilai tekanan hidrostatik kapiler ujung arteri, tekanan hidrostatik interstisial, tekanan osmotik plasma, dan tekanan osmotik interstisial, sehingga diketahui gaya total yang menyebabkan cairan berpindah dari kapiler ujung arteri menuju jaringan interstisial. Begitu pula nilai tekanan hidrostatik kapiler ujung vena sehingga diketahui nilai gaya total sebesar 7 mmHg yang menyebabkan cairan berpindah dari jaringan interstisial menuju kapiler ujung vena, dalam kondisi hemostatis
  8. Optimalisasi mekanisme ini hanya terjadi dengan bekam metode syarthoh mengenai kapiler, bukan dengan tusukan jarum yang ujungnya mengenai arteriol, venule, arteri atau vena muskularis kecil, yang membuat darah yang keluar lebih banyak darah normal.

Wa Allah a'lam bi ash-shawab. Yang benar datang dari Allah, yang salah berasal dari diri yang lemah ini.

Friday, April 4, 2014

Agar Pasien Nyaman di Bekam

Ilustrasi Kecemasan
Ilustrasi Kecemasan

Hari ini ada dua pasien akhawat yang pernah mengalami trauma untuk dihijamah. Yang satu pernah dihijamah. Waktu dikop pertama pun sudah merasa kesakitan. Bukannya dihibur atau disugest, justru dibentak oleh penghijamah. Masa' begini saja teriak-teriak?

Yang satu lagi ibunya yang menjadi pasien, dengan jumlah titik nyaris tak terhitung, seluruh tubuh hingga kaki. Bukannya sembuh, tapi justru tak bisa jalan, temporal. Kejadian yang dialami ibunya inilah yang membuat Akhawat ini traumatik, walau akhirnya mau juga dihijamah.

Memang tidak mudah melayani orang banyak, beragama karakter dan sifat. Walau sudah diusahakan sesempurna mungkin, ada saja yang dianggap kurang. Belum lagi jika ada miskomunikasi. inilah layanan jasa. Tapi setidaknya dengan SOP yang baik, insya Allah layanan Thibb Nabawi bisa memberikan kenyamanan, manfaat, syifa' dan barakah.

Dalam kasus Ukhti kedua yang traumatik, ibunya dihijamah dengan banyak titik hingga tak bisa jalan. Apa memang titik hijamah harus sekaligus banyak? Apakah tidak dipikirkan bagaimana respon tubuh terhadap efek infllamasi yang merangsang sel mast dalam jaringan dan semua perubahan yang menyertainya? Bahkan set poin di hipotalamus pun bisa ikut naik yang berakibat demam. Itu pula ada sebagian pasien yang mengalami demam setelah hijamah.

Antum ada pendapat lain....?


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Thursday, April 3, 2014

Kitab Referensi Bekam atau Hijamah

 
Ad-dawaa Al-'ajiib
Ad-dawaa Al-'ajiib

Foto copy buku karangan Syaikh Muhammad Amin Syaikhu ini ana dapatkan beberapa bulan yang lalu dari seorang Ikhwan. Eeee.... tak tahunya buku ini terselip di rak sejak 2010. Kasihan dia.

Kajian lebih ilmiah, terutama dari sisi ad-damawy, hematologis. Sebagai contoh, beliau bedakan antara الدم الوريدي darah intravena dan darah hijamah. Malpraktik hijamah juga tak lepas dari perhatian penulis. Waktu hijamah beliau kaji antara sebelum makan pagi, waktu pagi, posisi rembulan dengan tgl 17, bahkan ada perbedaan antarmusim.

Kajian paling banyak tentang efek hijamah terhadap berbagai aspek yang mendatangkan kesehatan manusia, dari الجهاز المناعي immunity system hingga ke beberapa manfaat hijamah untuk kasus-kasus tertentu seperti احمرار الدم وفرط الكريات الحمراء وكثرة عدد الصفيحيات (polycythemia, erythremia, essential thrombocytosis) dll.

Di akhir buku disertakan berbagai data dan hasil pemeriksaan lab, sebelum dan sesudah hijamah dan medical record dari beberapa pasien dengan beberapa kasus yang berbeda.

Banyak ilmu hijamah yang dapat dipelajari dari kitab yang diterbitkan pada tahun 1999 ini, berbobot dan akurat, apalagi dengan tebal total 496 halaman ukuran 17 x 24 cm.

Namun ada pendapat beliau yang tak sejalan tentang posisi kahil. Di buku ini ditampilkan posisi kahil yang hampir berada di bawah scapula, dextra sinistra. Jadi kata kahil yang mufrad ini tak lagi tunggal titiknya. Sementara dalam beberpa kitab syuruh hadits disebutkan posisnya di antara al-katifain, dua pundak, mujtama' al-katifain atau kata lainnya adalah al-katad, seperti yang disebutkan dalam kitab An-Nihayah fi Gharib Al-Atsar, 4/255. Wa Allah a'lam bi ash-shawab.

Wednesday, April 2, 2014

Obati Kanker Dengan Cakar Ayam

 
Daun Cakar Ayam
Daun Cakar Ayam

Perjalanan 4 jam dari rumah tak surutkan semangat ke Leuwiliang Bogor hari ini, survey lahan yang seminggu lalu gagal dilaksanakan. Dengan ketinggian sekitar 500 meter DPL, keringat masih mengucur saat keliling lahan dengan luas beberapa hektar.

Allah sudah sediakan kekayaan nabati di sekeliling kita yang tak terhitung banyaknya, tinggal petik, diolah, dijual, dibeli mereka yang membutuhkan, dan diharapkan berbarokah. Salah satu di antaranya adalah cakar ayam yang bertebaran hampir di seluruh lahan, dan juga di sekian banyak lahan sekitar yang belum tersentuh. Padahal manfaat cakar ayam amat sangat banyak, dan selama ini Assabil selalu menggunakan bahan ini untuk ramuan herba yang diberikan kepada pasien.

Karena para petani di sekitar lahan tak tahu dan juga tak mengerti, maka tanaman yang sebenarnya sangat besar manfaatnya ini justru dianggap pengganggu seperti halnya rerumputan lain yang dianggap sebagai tanaman pengganggu.

Di antara manfaat cakar ayam adalah sebagai antitoxic, antiedema, antineoplastic, hemostatic, dll. Maka orang sehat pun baik konsumsi cakar ayam untuk menghindarkan kanker, terutama kanker paru.

Kalaulah ada ikhwan dari fakultas pertanian yang menganggur dan tertarik untuk bergabung, silahkan kontak kami. Di lahan ini sudah ada sumber air sendiri, sarana prasarana lainnya.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Tuesday, April 1, 2014

Adab Dalam Perilaku

Akhlak Muslim
Akhlak Muslim

Ibnul-Mubarak berkata, “Seseorang tak tampak cerdas karena mengandalkan ilmu, selagi tidak menghiasi amalnya dengan adab.”

Al-Ahnaf berkata, “Adab adalah cahaya akal, sebagaimana nyala api yang menjadi cahaya pandangan dalam kegelapan.”

Sebagian hukama’ berkata, “Tidak ada adab kecuali dengan akal, dan tidak ada akal kecuali dengan adab.”

Dalam media diskusi ini, siapa pun boleh mengeluarkan uneg-uneg, pendapat, bantahan, sanggahan dan ide. Bahkan tak sedikit yang ikut nimbrung berpromosi. Monggo saja.

Satu saja yang perlu dipegangi, “adab”. Jika pendapat dan ide yang disampaikan dianggap tidak memperhatikan aspek “adab” oleh divisi IT, padahal sudah ada sinyal peringatan sebelumnya, maka mohon dimaafkan sebelumnya jika yang bersangkutan terkena penalty unfriend.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Sunday, March 30, 2014

Terima Kasih Atas Kebodohan Ini Ya Allah

Ilustrasi Ketidaktahuan
Ilustrasi Ketidaktahuan

Terima kasih ya Rabb, segala puji bagi-Mu dengan pujian seluas bumi dan langit-Mu, sehampar ‘Arsy-Mu yang Agung. Kau tunjukkan kebodohan demi kebodohanku walau sekian lama aku geluti Thibb Nabi-Mu. Semakin Engkau ungkap kebodohan itu, semakin nyata kebodohan itu pada hamba-Mu yang lemah. Rabbi zidni ‘ilman wa rzuqni fahman.

Kemaren, Sabtu 29 Maret 2014 aku temukan satu kombinasi sistem insisi yang semoga benar secara ijtihad. Aku bilang penemuan, karena belum aku dengar di antara praktisi hijamah yang mengetengahkan wacana ini. Aku bilang bodoh, karena setelah bertahun-tahun metode ini baru terungkap kemaren.

Subtansi dari metode ini dapat meminimalisir timbulnya scar karena insisi, walau selama ini scar itu pun tidak ada. Tapi setidaknya dengan metode ini, ada acuan anatomis yang menguatkan sistem bekam insisi.

Fa idza ‘azamta fa tawakkal ‘ala Allah. Bersemangat, bersungguh-sungguh, berkemauan yang kuat, membaca dan membaca terus, dan tak lupa tawakkal kepada Allah. Pasti Allah akan memberikan solusi. Sekira kita berazam dan istiqamah pada Sunnah Nabawi, sesuai tuntunan beliau, termasuk dalam perkara hijamah yang mungkin dianggap remeh dan dijadikan polemik, insya Allah dan haqqul-yaqin, Allah akan memberikan makhrajan.

Insya Allah metode ini akan disampaikan dalam pelatihan angkatan 124 di Assabil, 125 di Kedah Malaysia, dan jika diizinkan 126 di Thailand.

Karena metode ini baru ditemukan, kepada para alumni Assabil dapat mengikuti pelatihan pada angkatan mendatang.


الجهل = عدم المعرفة بشيء




Rabbi isyrah li shadri wa yassir lil amri wa hlul uqdatan min lisani yafqahu qauli.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Friday, March 28, 2014

Malpraktik Bekam Insisi atau Bekam Sayatan - Bagian 6

Ilustrasi
Malpraktik bekam insisi ini dikonsentrasikan pada munculnya scar, kerusakan jaringan kulit sebagai akibat karena insisi terlalu dalam dan tidak sealur dengan cutis langer, di samping sebab-sebab lain.

Secara personality, scar terjadi karena keminiman pengetahuan pelaku tentang anatomi kulit dan tidak adanya profesionalitas dalam pelaksanaan insisi. Sehingga ada seorang penghijamah yang “mencoba” memasang bisturi ke scalpel/scapel, kulitnya justru berdarah-darah karena tertusuk ujung bisturi. Ini baru praktik penguasaan alat, belum ke praktikum insisi.

Scar juga terjadi karena alat insisi yang tidak steril seperti silet cukur, di samping antisepsi kulit prainsisi yang jauh dari standar medis. Perilaku pembekam yang juga mengabaikan prinsip-prinsip steril dan ketidaktahuan tentang PPI bekam juga punya andil.

Kemudian malpraktik bekam insisi ini dijadikan alasan oleh pihak kontra bekam insisi untuk menghindari, menjauhi, mendiskrediktkan dan menyerang bekam insisi, lalu secara sepihak dibuat kesimpulan bahwa bekam yang paling baik adalah bekam tusukan karena bla bla bla, bukan bekam insisi. Bahkan ada juga yang berani mengklaim, maksudnya benar-benar ada, bahwa bekam yang Nabawi adalah bekam tusukan jarum. Padahal man kadzaba alayya muta’ammidan.... siapa yang buat kedustaan atas namaku (Rasulullah), silahkan ambil tempat duduknya dari api neraka.

Tentang ketakutan pasien terhadap bekam insisi, sudah masuk ke ranah lain karena status mereka yang pasif dan hanya menerima, yang seratus persen terlepas dari perkara profesionalitas. Maka ketakutan mereka juga sangat tergantung dari profesionalitas pembekam dalam mengelola psikologi pasien dan kecenderungan macam mana yang ia lakoni.

Tentang SOP di ABI, maka sebagai lembaga yang menaungi semua pembekam, punya tugas mulia mengakomodir semua versi. Ketua majis syuro dan semua anggotanya berada di barisan paling depan untuk mengawalnya. Tapi sebagai pribadi, maka siapa pun harus tampil sebagai seorang Muslim yang istiqamah melaksanakan Sunnah Nabawi.

Sekali lagi, bekam insisi yang mengalami malpraktik dan mengakibatkan scar, murni karena pembekamnya yang sama sekali tidak profesional. Karena itulah untuk menghindari malpraktik ini sejak awal kami temukan solusinya dengan metode Algophobila Shock Therapy for Incision (ASTFI). Buktinya? Lebih dari 21.000 alumni LKP Assabil sudah mempraktikkannya. Gambarannya, dengan warna kulit normal, antisepsi yang baik dan insisi tipis, rata-rata hari keempat pascabekam, bekas insisi sama sekali tidak tampak.

Ketidaktahuan dan ketidakmampuan individual tentang metode insisi yang baik, dimohon tidak dijadikan alasan penolakan metode insisi, karena itu subyektif. Tentang hal-hal yang berkait dengan teknis, seperti STPT, oknum dinkes yang menolak bisturi, kepmenkes Nomor 1076/MENKES/SK/VII/2003 Bab V pasal 16 ayat 1 dan 2, atau mungkin kendala rekomendasi dari ABI, boleh konsultasi via inbox. Insya Allah aneka prosedur dan bayangan kesulitan sudah dilewati dan tak ada masalah asal punya sedikit kecerdasan. Bahkan Assabil didorong Dinkes untuk naik ke jenjang Klinik Pratama atau Utama, dan dalam proses untuk itu.

Insya Allah di bagian mendatang disampaikan sebagian uraian dalam kitab-kitab kuning kategori syuruh. Agar sinar matahari yang sudah tampak terang semakin terang bagi mereka yang mengharap hidayah Allah. Dan, dan jika antum punya materi ini, monggo di-share pula di Meddis (Media Diskusi) bekam. Karena sampai edisi kelima kemaren, diskusi masih mengandalkan daya pikir dan belum menyentuh ke kajian yang lebih Nabawi.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Wednesday, March 26, 2014

Kamera Untuk Foto Iridology dan Sclerology

CANON IXUS 255hs
CANON IXUS 255hs

Kamera keluaran setahun yang lalu ini menurut divisi iridology Assabil, yang paling efektif dari berbagai macam pertimbangan untuk pemotretan iris dan sclera, apalagi bulan ini kayaknya ada diskon lumayan, harga tinggal 2 jt, sebab sebelumnya kita dapat info masih di harga 2.5 - 2.7 jt.

Kami pernah pakai samsung, olympus, sony, lensa makro slr dan bahkan juga pernah pakai iriscope dari Jepang yang harganya hampir 7jt. Alhamdulillah hanya mampu bertahan tak sampai 1 tahun. Maklumlah, satu pasien dijepret 10 kali.

Secara umum dan menurut pengalaman kami, camera ini yang paling pas untuk pemotretan iris dan sclera, apalagi dengan hs (hight sensitivity) yang diusungnya, walau yang lain juga bisa. Apalagi tak lama lagi Assabil akan adakan pelatihan iridology dan sclerology.

Ada info lain?


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Monday, March 24, 2014

Memiringkan Lancing Device Untuk Bekam

Ilustrasi Lancing Device
Ilustrasi Lancing Device

Sejak awal praktik hijamah di Assabil tak menggunakan lancet, karena sejak awal pula Assabil melaksanakan hijamah benar-benar berdasarkan pendekatan As-Sunnah yang khalis, pure Nabawi. Lupa kapan tepatnya. Tapi kalau tak salah, tahun 2007. Kami berdiskusi dengan satu dua dokter tentang metode tusukan lancet. Berdasarkan pendekatan anatomi kulit, kami mencari formula penggunaan lancet untuk pengeluaran darah hijamah. Kesimpulan dari diskusi ini, kami melakukan tusukan lancet bukan dengan menegakkan lancing device, tapi memiringkannya sekitar 30 - 40 derajat dari permukaan kulit. Metode-metode ini kami sampaikan di pelatihan untuk membandingkan antara metode insisi dan tusukan.

Kami yang tak menggunakan lancet, masih menyempatkan diri mencoba-coba dan bereksperimen tentang penggunaan lancet, sekedar iseng dan coba-coba bagaimana kaifiyahnya yang lebih efektif. Tak tahu, apakah sebelum itu sudah ada yang mencoba cara ini atau belum? Kalaulah kemudian cara ini dijadikan kiat oleh para praktisi bekam yang masih dan hanya menggunakan lancet dan sekaligus sebagai alibi penggunaannya, tentu saja ana tak bisa komentar. Atau adakah yang mau kasih saran atau komentar tentang hal ini?


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Saturday, February 1, 2014

Penggunaan Tisu Dalam Bekam - Bagian 2

Tisu
Ilustrasi Tissue

Memilih Tisu ataukah Kasa Steril?

Seorang menteri meminta bekam. Dia ditawari, pengelap darahnya pilih kasa steril atau tisu Pak? Tanpa ba bi bu dia memilih kasa steril.
Seorang dokter ditawari hal yang sama. Dia pun pilih kasa steril
Seorang paramedis ditawari hal yang sama. Dia pilih kasa steril.
Seorang dosen ditawari hal yang sama. Dia memilih kasa steril.
Seorang pengusaha ditawari hal yang sama. Dia memilih kasa steril.
Seorang Guru SD ditawari hal yang sama. Dia memilih kasa steril.
Seorang tukang batu ditawari hal yang sama. Dia bingung, tak bisa memilih dan mengapa harus memilih?
Seorang pemulung ditawari hal yang sama. Setelah diam beberapa saat, bukannya menjawab atau memilih, justru dia balik bertanya, “Bekam yang gratis pakai apa Ustadz? Kalau tisunya banyak berkilo-kilo, biar kubawa saja sekalian.”

Wednesday, January 29, 2014

Sistem Pemusnahan Limbah B3 Bekam

Limbah Bekam
Limbah Berbahaya

Anda boleh pilih salah satu atau salah dua dari cara-cara berikut ini ketika Anda memusnahkan limbah B3 bekam, jenis limbah kategori infeksius dan bahkan dangerous infeksius, karena ada limbah cair berupa darah, ada benda padat dari logam seperti lancet dan/atau pisau bedah:

  1. Menyerahkan limbah kepada pasien, agar pasien memusnahkan sendiri
  2. Langsung membuang semua limbah ke bak sampah
  3. Membuang semua limbah bekam ke sungai
  4. Membakar semua limbah seperti di sekitar pekarangan secara manual
  5. Membakar semua limbah di area yang jauh dari pemukiman secara manual
  6. Membakar semua limbah di insenerator secara manual yang masih mengeluarkan asap
  7. Memendam semua limbah ke dalam lubang di tanah pada area khusus lalu mengurugnya dengan tanah dan memberi tanda khusus.
  8. Membakar semua limbah dengan insenerator khusus tanpa polutan asap
  9. Kerja sama dengan puskesmas/rumah sakit dengan cara menyerahkan limbah ke sana secara berkala
  10. Ditampung di TPA khusus lalu diambil perusahaan yang bergerak secara khusus dalam bidang pemusnahan limbah B3

Kalau Anda sebagai praktisi bekam, kalau boleh dianggap sebagai ujian, sekali lagi kalau, andai, Anda boleh memilih berapa pun nilai ujian Anda. Mau nilai A? Boleh pilih 8-10. Kalau Anda termasuk jenis mahasiswa yang berpiikir “yang penting lulus”, atau “masih ada waktu”, atau “masih ada kesempatan remed”, mungkin perlu usaha keras mendongkrak nilai untuk dapat diterima sebagai calon “profesional”.


 Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Saturday, January 25, 2014

Titik Hijamah Nabawi di Kepala

Bekam Insisi
Ilustrasi Bekam Insisi

Nama-nama titik bekam Nabawi di kepala ada 4 macam, 3 titik disebutkan dengan nama-nama yang spesifik dan 1 titik tanpa nama yang spesifik.

Kali ini kita membahas tentang titik nabawi yang ada di kepala, silahkan disimak lebih lengkapnya.
yakni:

  1. Ummu mughits
  2. Al-Haammah
  3. Al-Yaafuukh
  4. Di kepala tanpa disebutkan posisi dan namanya

Nama-nama titik bekam di kepala ini bersumber dari hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan bukan dari seseorang selain beliau.


1.  Titik Ummu Mughits (induk penolong) atau Al-Mugitsah (penolong) atau A-Munqidzah (Penyelamat) atau An-Nafi’ah (Yang bermanfaat).

عن بن عمر أن رسول الله صلى الله عليه و سلم كان يحتجم هذا الحجم في مقدم رأسه ويسميه أم مغيث

Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah pernah berobat dengan hijamah ini di bagian atas kepala beliau dan titik ini disebut ummu mughits. (Diriwayatkan Al-Khathib dalam Tarikh Baghdad, 13/95. Menurut Syaikh Al-Albany dalam Shahihul-Jami’, nomer 4928, bahwa hadits ini hasan.Penjelasannya disampaikan dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, 2/392).



2.   Titik Al-Yafukh.

عن أبي هريرة أن أبا هند حجم النبي صلى الله عليه وسلم في اليافوخ فقال النبي صلى الله عليه وسلم يا بني بياضة أنكحوا أبا هند وأنكحوا إليه وقال وإن كان في شيء مما تداوون به خير فالحجامة .

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa Abu Hindun pernah menghijamah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam di titik Al-Yafukh, lalu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Wahai Bani Bayadhah, nikahkanlah Abu Hindun dan nikahkan wanita kalian dengannya.” Beliau juga bersabda, “Kalaulah dalam sebagian pengobatan yang kalian lakukan ada manfaatnya, maka itu adalah Hijamah.” (Diriwayatkan Abu Daud, hadist nomer 2102. Hadist hasan menurut Al-Albany).



3.  Titik Al-Haammah.

عن أبي كبشة الأنماري قال كثير إنه حدثه أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يحتجم على هامته وبين كتفيه وهو يقول من أهراق من هذه الدماء فلا يضره أن لا يتداوى بشيء لشيء .

( سنن أبي داود )3859 تحقيق الألباني :صحيح ابن ماجة ( 3484 )

Dari Abu Kabsyah Al-Anmary, Katsir berkata bahwa dia mengabarkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah meminta hijamah dipuncak kepalanya dan diantara kedua pundaknya, seraya bersabda, ”Siapa yang mengeluarkan darah ini, maka tidak ada yang membahayakannya sekiranya dia tidak melakukan pengobatan dengan sesuai untuk mengobati suatu penyakit.” (Diriwayatkan Abu Daud dalam Sunannya, 3859, dishahihkan Syaikh Al-Albany dalam Shahih Ibnu Majah, 3484).

4.   Di Kepala tanpa ada penetapan nama dan posisinya.

عَنْ سَلْمَى خَادِمِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ مَا كَانَ أَحَدٌ يَشْتَكِى إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَجَعًا فِى رَأْسِهِ إِلاَّ قَالَ « احْتَجِمْ ». وَلاَ وَجَعًا فِى رِجْلَيْهِ إِلاَّ قَالَ « اخْضِبْهُمَا ». (د حم. حسن عند الالباني وصحيح في الهدي النبوي في الطب, عبد الله بن جار الله بن إبراهيم آل جار الله)

Dari Salma, pembantu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dia berkata, “Tak seorang pun mengadukan sakit kepalanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melainkan Beliau bersabda, “Mintalah hijamah.” Dan, tidak ada yang mengadukan sakit di kakinya melainkan Beliau bersabda, “Balurlah.” (Diriwayatkan Abu Daud dan Al-Hakim. Hadist hasan menurut Syaikh Al-Albany, dinyatakan Shahih dalam Al-Hadyun-Nabawi fi Ath-Thibb, karangan Abdullah Bin  Jarullah Bin Ibrahim Alu Jarullah).

Penjelasan tentang posisi masing-masing dari titik-titik Nabawi di kepala ini akan dilanjutkan dalam uraian episode berikutnya, meliputi posisi anatomis dari masing-masing, apakah ada kesamaan dari semua titik dan apa pula manfaatnya.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Thursday, January 23, 2014

Contoh Soal Ujian Bekam Profesional


Contoh Soal Ujian Bekam Profesional

1. Sebaiknya bekam di sekeliling lutut dihindari karena dapat mengakibatkan:
a. Reumatoid
b. Artritis reumatoid
c. Paralysis
d. Artritis gout

2. Di lutut antara femur dan tibia ada bantalan sendi yang lembut disebut:
a. Bursa
b. Bursa efek
c. Fossa
d. Fossa poplitea

3. Pengobat harus bertanggung jawab terhadap tindakannya, disebutkan dalam:
a. Al-Qur’an
b. Al-Qur’an dan As-Sunnah
c. As-Sunnah
d. Perkataan Shahabat dan ulama

4. “Tungkai bawah” dalam istilah anatomi adalah:
a. Bawah lutut hingga pergelangan kaki
b. Telapak kaki bagian belakang
c. Bawah mata kaki
d. Betul semua

5. Sebagian orang tak mengalami efek kelumpuhan setelah bekam di lutut dan sebagian ada yang mengalaminya. Hal ini diakibatkan oleh:
a. Gangguan sistem saraf pusat
b. Kelambanan regenerasi saraf
c. Kerusakan sel saraf
d. Sensitifitas saraf

Mengisi kekosongan dengan ilmu yang insya Allah bermanfaat, untuk meningkatkan profesionalitas pengobatan hijamah, yang merupakan bagian dari Thibb Nabawi, sehingga hijamah tak dianggap sebelah mata.

Ini hanya sekedar contoh soal dalam lingkup materi anatomi yang berhubungan erat dengan hijamah. Ini pun baru sekitar lutut, dan ini pu hanya sebagian kecil saja dari bahasan bekam di lutut. Bisa juga dimasukkan dalam materi "kontra indikasi hijamah". Maka siapa bilang bahwa pengobatan bekam itu hanya sebatas urusan ngekop dan keluarkan darah?

Bagaimana menurut pendapat antum Ikhwan dan Akhawat praktisi hijamah?


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Wednesday, January 22, 2014

Bahaya Bekam di Lutut Bagian 3

Ilustrasi Sendi Lutut
Ilustrasi Sendi Lutut

Di samping uraian yang sudah dijelaskan sebelumnya, rasa nyeri setelah bekam di sekeliling lutut, saat diam apalagi ketika digerakkan sehingga terasa seperti lumpuh, dapat diakibatkan efek inflamasi proses bekam terhadap meniskus, medial dan lateral.

Sementara di sekeliling meniskus terdapat bursa, bantalan kecil dan lebih lunak. Bursa yang mengalami inflamasi terangsang oleh gesekan sehingga menimbulkan sensasi nyeri. Ini kebalikan dari fungsi bursa itu sendiri yang semestinya memperhalus gerakan dan melindungi struktur yang membentuk sendi dari gesekan.

Karena itu titik bekam di lutut, depan, belakang dan samping lebih baik dihindari. Yang perlu dipikirkan adalah kepentingan pasien dan bukan kepentingan pembekam sebagai media promosi.
Kritik dan saran sangat ditunggu.

Wallahu a'lam bish-shawab. Tunggu info yang lainnya tentang dunia bekam dalam MEDIS BEKAM & RB


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Dimanakah Posisi Titik Ummu Mughits Yang Tepat?

Ilustrasi Tengkorak Tampat Atas
Ilustrasi Tengkorak Tampat Atas

Hampir tak ada hajim/pembekam yang tak mengenal titik Ummu mughits dan bahkan titik di kepala ini menjadi titik andalan, terutama untuk semua keluhan di kepala, gangguan CNS, psikologis, menguatkan hapalan, menghindarkan pikun, juga untuk menyertai ruqyah, dll.

Pertanyaannya, sebenarnya dimana titik yang benar ummu mughits, induk penolong ini?

Dalam lafazh riwayat Ath-Thabrany disebutkan di "muqaddam ar-ra's", artinya di kepala bagian depan atau an-nashiyah, di bagian jambul. Dalam lafazh riwayat Ibnu Jarir disebutkan di "wasath ar-ra's", di bagian tengah kepala. Ini ulasan dari sisi bahasa.

Bicara anatomi, lebih baik bicara yang lebih pasti, minimal mendekati kepastian, posisi dimana? Contohnya begini, posisi ummu mughits itu dengan cara menarik garis antara telinga kanan dan kiri, tepat di tengah-tengahnya. Nah, ini belum mendekati yang pasti. Berarti belum bisa dikatakan pembicaraan yang lebih anatomis.

Apakah Ummu Mughits ini juga sama dengan titik "al-haammah" dan "al-yaafuukh", yang sama-sama di kepala semuanya?

Dengan niat ikhlas insya Allah, bahan ini perlu didiskusikan, dan dengan niat ikhlas pula ana ingin menyentil relung hati semua ikhwan dan akhawat, masih terlalu banyak masalah hijamah yang menjadi PR bersama, dan bahwa hijamah ini bukan semata urusan sedot sana sedot sini, tak boleh diremehkan dan dianggap remeh, kecuali kita sendiri yang membuat hijamah ini menjadi remeh.

Silahkan partisipasi semua praktisi hijamah yang mengakses bahan diskusi ini.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Monday, January 20, 2014

Bahaya Bekam di Lutut Belakang - Analisis dan Kesimpulan

Bahaya Bekam di Lutut Belakang
Bahaya Bekam di Lutut Belakang

Sebuah analisis dan kesimpulan

Bahasan ini lanjutan dari 3 edisi posting sebelumnya. Ada yang pro dan ada yang kontra. Itu lumrah dan biasa. Yang tak biasa adanya pasien yang benar-benar mengalami efek paralisis setelah bekam di lutut belakang dari area posterior fossa poplitea.

Di sisi lain, ada praktisi hijamah yang ketagihan membekam pasien di lutut belakang. Karena begitu yakinnya tak berekses negatif. Itu murni berdasarkan pengalaman pribadinya. Alasan semangat mendakwahkan Thibb Nabawi tentu bukan merupakan alasan untuk kasus spesifik, dan alasan pendakwaan mempersulit pelaksanaan Sunnah juga bukan merupakan alasan. Artinya, itu alasan yang terlalu umum. Mungkin praktisi hijamah juga perlu belajar sedikit-sedikit tentang kaidah ushuliyah syar'iyah, biar handal.


Mungkin ada analisis penyebab kelumpuhan karena efusi cairan synovial (bukan enzim lo) melewati membran synovial. Mungkin saja. Wallahu a'lam, perlu penelitian dengan tingkat resiko yang tinggi, karena obyeknya harus benar-benar lutut manusia.


Tapi karena efek negatif (kelumpuhan) berkaitan dengan fungsi motorik di tungkai bawah, berarti dapat dikaji lewat fungsi saraf. Jelasnya kelainan fungsi saraf yang dikaitkan dengan adanya inflamasi saat bekam. Apalagi regenerasi saraf terjadi sangat lamban atau bahkan hampir tak ada. Sensorik atau motorikkah, atau kedua-duanya?


Yang pasti, ada dua kubu yang bertentangan. Pertanyaannya, mana yang benar? Apa alasan laranngan titik bekam ini?
Ini merupakan rintisan pemikiran yang diharapkan memberikan bekal pencerahan kepada semua praktisi hijamah tanpa kecuali.


Ini baru prolog. Uraiannya (naskah 5 halaman), silahkan baca di assabil-holyholistic.com, relatif lengkap, beserta kajian anatomis, saraf sensorik, kesimpulan, saran-saran, dll


Yang pasti, sejak awal team Assabil beserta para alumninya (lebih dari 21.000) tak pernah membekam dan dianjurkan bekam di titik lutut belakang, karena sejak awal pula sudah ada pendekatan kajian anatomis fisiologis, kecuali yang terlalu kreatif dan pemberani. Wallahu a'lam.

Ini bahan diskusi, ruang bertukar pendapat, rintisan pemikiran (ketimbang tak ada yang memulai) dan diharapkan bermanfaat bagi praktisi hijamah, pasien dan umat. Kebenaran hanya berasal dari Allah semata.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Sunday, January 19, 2014

Berikan Apa Yang Ada Dalam Hatimu


Intermezo Cerita..

Suatu hari ada orang yang kaya raya memberikan sekeranjang makanan basi kepada orang miskin. Si miskin menerima pemberiannya dengan seulas senyuman, seraya bergegas meninggalkan istana.
Dia tumpahkan isi keranjang, lalu dia ganti dengan bunga-bunga segar yang menawan. Dia mengayunkan langkah kaki balik lagi menuju istana.

“Mengapa kau berikan bunga-bunga yang segar ini kepadaku, padahal sebelumnya kuberikan ke[adamu makanan basi dan rusak?” Tanya si kaya, tak habis pikir.


“Setiap orang memberikan apa yang ada di dalam hatinya,” jawab si miskin.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Friday, January 17, 2014

Satu Titik Bekam Menyembuhkan 72 Penyakit, Benarkah?

titik titik bekam
Anatomi Hijamah

Ana yakin banyak pembekam yang menukil hadits ini, karena memang kelihatannya titik ini termasuk titik sapujagad, satu titik untuk penyembuhan 72 macam penyakit. Taruhlah kalau ada herba yang sehebat itu, dijamin laris manis. Ana pilih hadits ini karena sudah ada permintaan dari Ukht Mici di Bukit tinggi. Bukan koma dua tiga atau empat, tapi QAMAHDUWAH, lengkapnya JAUZATUL QAMAHDUWAH.

Ana nukil dua hadits saja dari beberapa hadits tentang titik ini:

حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بن يَحْيَى السَّاجِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن مُوسَى الْحَرَشِيُّ، حَدَّثَنَا عِيسَى بن شُعَيْبٍ، حَدَّثَنَا الدَّفَّاعُ أَبُو رَوْحٍ الْقَيْسِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بن صَيْفِيٍّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ:
"عَلَيْكُمْ بِالْحِجَامَةِ فِي جَوْزَةِ الْقَمَحْدُوَةِ، فَإِنَّهُ دَوَاءٌ مِنِ اثْنَيْنِ وَسَبْعِينَ دَاءً، وَخَمْسَةِ أَدْوَاءٍ: مِنَ الْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَالْبَرَصِ، وَوَجَعِ الأَضْرَاسِ".

Kami diberitahu Zakaria bin Yahya As-Sajy, kami diberitahu Muhammad bin Musa Al-Harasy, kmi diberitahu Isa bin Syu’aib, kami diberitahu Ad-Daffa’ Abu Rauh Al-Qaisy, kami diberitahu Abdul-Hamid bin Shaify, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Hendaklah kalian melakukan hijamah / bekam di jauzatul qamahduwah, karena ia kesembuhan bagi tujuh puluh dua macam penyakit dan lima penyakit, yakni penyakit gila, lepra, vitiligo dan sakit gigi.”


Dalam kitab Jami’ Al-Kabir, Al-Imam As-Suyuthy mengatakan bahwa hadits ini juga diriwayatkan Ath-Thabrany, 8/36 nomer 7306; Ad-Dailamy, 3/24, nomer 4047. Begitu pula yang disebutkan dalam kitab Jami’ Al-Ahadits.

Ada pula hadits lain tanpa penyebutan kata jauzah, namun atinya sama.

عن بكير بن الأشج قال بلغنى أن الأقرع بن حابس دخل على النبى ( وهو يحتجم فى القمحدوة فقال لم احتجمت وسط رأسك قال فذكره)
أخرجه ابن سعد (1/447) .

Dari Bukair bin Al-Asyaj, dia berkata, “Aku mendengar bahwa Al-Aqra’ bin Habis menemui Nabi, ketika itu beliu sedang meminta hijamah di Qamahduwah. Beliau bersabda, “Andaikan saja engkau meminta hijamah di kepal atas.” Dia berkata, “Lalu beliau menyebutkan hadits di atas.” (Ditakhrij Ibnu Sa’d, 1/447)

Syaikh Nashiruddin Al-Albany menyatakan dalam kitab As-Silsilah Adh-Dha’ifah, nomer 3894 dan kitab Shaih wa Dha’iful-Jami’ Ash-Shaghir, nomer 8196, bahwa hadits ini DHA'IF atau LEMAH.

Posisi Anatomis:
Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa titik jauzatul qamahduwah sama dengan naqratul-qafa (tengkuk, leher belakang). Namun ada pula yang berpendapat posisinya di atas naqratul qafa. Namun menurut pendapat kami, posisinya pada occipital bone, yakni tulang tengkorak bagian belakang ke bawah atau bagian tengkorak belakang yang paling menonjol.

Kesimpulan:
- Hadits titik jauzatul-qamahduwah merupakan hadits DHA'IF.
- Sebaiknya mendalilkan kepada hadits shahih atau minimal hasan
- Titik bekam di kepala yang shahih dan hasan adalah Ummu mughits, al-yaafuukh dan al-haammah.
- Kalaulah harus membekam di kepala bagian mana pun karena pertimbangan tertentu, seperti pada posisi occipital bone, silahkan dilakukan kalau itu dianggap baik, tapi tak perlu mengaitkan dengan hadits yang dha'if.

Sebarkan ilmu ini, insya Allah barakah.

Penjelasan tambahan yang lebbih detail tentang hadits ini, saran, anjuran kepada para pembekam khususnya, juga lain-lainnya, silahkan lihat di web Assabil Holyholistic. Lebih lengkapnya lagi, nanti dalam buku yang sedang dalam proses editing. Mohon doanya.


Jauzatul Qamahduwah

Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi

Thursday, January 16, 2014

Bolehkah Hadits Dha’if Dijadikan Dalil?

Ilustrasi Buku Hadits
Ilustrasi Buku Hadits

Ada pendapat yang terkenal di kalangan pencari ilmu bahwa hadits dha’if boleh diamalkan dalam amal-amal fadhilah. Tapi kelonggaran ini menciptakan kelonggaran-kelonggaran lain yang pada akhirnya kebablasan dan bahkan menciptakan penyimpangan hingga menabrak batas ke masalah aqidiah, tanpa disadari atau disadari.
Karena itulah dalam pendahuluan Kitab Silsilatul- Ahadits Adh-Dha’ifah, hal. 10 – 12 Syaikh Al-Abany membuat kaidah-kaidah untuk meninggalkan hadits dha’if meskipun dalam amal-amal fadhilah. Para ulama muhaqqiq hadits berpendapat bahwa tidak ada pengamalan terhadap hadits dha’if secara total, baik dalam perkara hukum maupun dalam amal-amal fadhilah.

Hijamah atau bekam bukan termasuk perkara aqidiah murni, berarti termasuk perkara jibillah dan mu’amalah, yang menurut pendekatan hukum fiqih termasuk kategori sunah, yang jika dikerjakan berpahala dan yang jika tak dikerjakan tidak berefek dosa.

Namun ketika masalah hijamah ini dikaitkan dengan hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan juga di luar hijamah, maka dituntut perujukan kepada hadits-hadits shahih atau minimal hasan, bukan hadits-hadits dha’if, apalagi maudhu’ dan yang laa ashla lahu. 


Kalaulah disebutkan hadits dha'if, maka perlu keterangan statusnya sebagai hadits dha'if, agar tidak menyesatkan.

Wednesday, January 15, 2014

Pro Kontra Titik Bekam di Lutut - Prolog

Ilustrasi Otot
Ilustrasi Otot

Barakallah fiikum wahai para pegiat hijamah, yang pro dan yang kontra tentang titik bekam di lutut belakang yang ana posting Senen malam. Ana tak bicara tentang satu atau dua pahala bagi yang salah atau benar itjihadnya, karena banyak pihak dan obyek manusia yang terlibat dengan ijtihad ini. Dan, insya Allah akan ada kejutan-kejutan lain. kita harus siap menghadappi kenyataan, meski terasa pahit, kenyataan di lapangan yang sejak lama sangat sangat dan amat mengganjal, bagaimana cara menyatukan ikhwan dan akhawat pegiat Thibb Nabawi?

Ini baru satu masalah, hanya satu titik di satu tempat. Belum titik lain, belum masalah antisepsi, desinfeksi, limbah B3, APD, kalau perlu sampai ke lembaga pengawas rumah bekam, dan mungkin masih tersisa ribuan masalah hijamah yang menunggu untuk disatukan, walau mungkin harus diperdebatkan lebih dahulu. Sebenarnya sich hanya ada dua pendapat untuk tiap masalah, setuju atau tidak setuju. Tapi buntut dari setuju dan tak setuju ini bercabang banyak.


Siapkah kita menerima dan menghadapi realita ini? Belum lagi kalau di sana nanti ada penumpang-penumpang gelap dengan kulit abu-abu, muka abu-abu dan pakaiannya pun berwarna abu-abu, dijamin lebih heboh.
Belajar bisa dari mana pun dan dari siapa pun. Tapi kalau belajar cara mengenakan handscoen yang baik hanya dari tulisan, dari gambar, termasuk pula dari FB, mungkin, kayaknya siapa pun bisa main bola hanya dengan melihat di tv atau belajar cara memegang stik golf hanya dari membaca buku.


Contoh riil, sederhan dan mudah, seorang pembekam yang tak terbiasa mengangkat tangan ke atas (layaknya orang berdoa) setelah mengenakan handscoen, agar tetap steril dan tidak bersentuhan dengan baju pembekam umpamanya, jangan harap dia akan peduli terhadap sikap yang semestinya dilakukan. Ini berkaitan dengan skil, lalu jadilah karakter, attitude.


Insya Allah akan ana lemparkan lagi aneka realita bekam di dunia nyata dan bukan sekedar di dunia maya, dengan maksud agar mata kita terbuka, dan terutama mata hati, mata pikiran. Silahkan buka mata, buka telinga, bukan pikiran, dan yang pasti... buka laptop atau komputer, hp juga boleh.
Ditunggu pula dari yang lain, biar tambah gayeng.


Pendapat ana tentang bekam di lutut belakang, mohon ditunggu. Ini baru prolog. Baraka Allah fiik.


Jangan Lupa Like Fanspage Ust. Kathur Suhardi